"Lihatlah, Ibu. Putrimu yang kecil ini. Sekarang sudah dewasa. Cepatlah sembuh, Ibu. Ibu tenang saja. Aku akan membalaskan pada mereka, apa yang Ibu rasakan saat ini. bersabar lah Bu." Lirih Amara anak seorang gadis cantik yang tinggal di perkampungan.
Dia berangkat ke kota untuk bekerja. Namun, naas nasib sial menimpanya, setelah satu bulan bekerja di kota gadis itu di per**sa oleh anak-anak pemuda kota. Dan satu bulan kemudian dia positif hamil, dan memutuskan untuk pulang kampung.
Namun, saat di kampung dia mengalami perundungan dari masyarakat setempat, banyak mengatakan kalau lia bekerja sebagai Pela**r di kota makanya dia hamil duluan.
Tetapi, semua yang di katakan masyarakat adalah salah, lia gadis malang itu di culik dan di per***a, lalu di tinggalkan begitu saja. Dan sejak itu, dia mengalami trauma yang sangat dalam hingga terpaksa harus di pasung, karena kerap kali menyerang orang lain termasuk lelaki muda yang seumuran dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Alhamdulillah hari demi hari ibu sudah mulai membaik bahkan ibu sudah bisa mengingat semuanya, kami semua pindah ke kota yang jauh, aku sengaja membawa pindah semua keluarga ku menggunakan uang dari ayah, ayah selalu mengirimkan uang untuk keperluan ku, tapi aku tidak pernah memakai nya sama sekali jadi aku dapat menggunakan nya untuk membeli rumah baru dan di tempati bersama.
Aku hanya tidak ingin ayah menemui ibu, aku tidak ingin membuat ibu semakin terluka, pernah aku menunjukkan foto ayah, namun respon ibu sangat mengejutkan ibu menangis histeris bahkan mengamuk, ibu terus berteriak jangan sungguh itu menyayat hati sebagai anak.
Tidak ku pungkiri aku menginginkan keluarga yang utuh tapi takdir berkata lain, aku hidup dengan satu orang tua, selam belasan tahun aku hidup dengan paman, bibi dan ibu, bertahun tahun aku mengurus ibu jadi aku tidak ingin melihat ibu sakit lagi karena ulah mereka.
Kabar yang ku dengar kalau damar mengalami depresi karena ingin memiliki ku tapi tidak kesampaian, aku heran kenapa dia begitu ingin dengan ku padahal aku tidak menginginkan nya,
Namun sebelum kami semua pergi, aku menyempatkan diri untuk bertemu dengan ibu tiriku yaitu istri ayah yang sekarang, ku kirimkan pesan adanya dan mengajak nya bertemu di sebuah caffe yang telah ku siapkan.
[Bu, bisa kita ketemu? Saya ingin bicara sesuatu dengan ibu]
Tak selang beberapa lama pesan ku di balas juga
[Bisa, ayok ketemu dimana?]
[Di caffe Surya Bu, saya tunggu di sana ya]
Pesan ku hanya centang biru, pertanda bahwa pesan ku sudah di baca oleh nya, ya aku akan memberitahu semua padanya kita lihat ayah pembalasan ku padamu.
Sore hari tiba aku sudah berada di caffe dan menunggu ibu Sonya istri ayahku, aku melihat nya celingak-celinguk mencari ku, aku yang melihat nya langsung melambaikan tangan padanya dan akhirnya dia menghampiri ku duduk.
"Sore Bu, silahkan duduk"
"Oh iya makasih, bagaimana kabar mu nak? Kenapa kau berhenti bekerja di rumah ku?"
"Aku baik baik saja bu, maaf aku berhenti karena sudah mendapatkan pekerjaan lain" jawab ku bohong
"Damar sangat kehilangan mu amara kembali lah ke rumah" ucapnya memohon
Aku tetap membiarkan nya berbicara apapun yang dia ingin bicara kan
"Tidak bisa Bu"
"Baiklah, aku tidak akan memaksa kau, lalu apa yang ingin kau bicarakan padaku? Bicaralah"
Ini adalah kesempatan ku untuk bicara dengannya
"Bu, aku sebenarnya anak dari bapak Dani Prasetya, dan ibu tau? Pak Dani dulu sebelum menikah dengan ibu, dia sudah menghamili ibu saya, dan dampak nya ialah ibu saya menjadi tertekan dan mengalami depresi, bahkan orang orang kampung menyebutnya dengan sebutan orang gila,!" Jelas ku
"Jangan bercanda nak"
"Jika ibu tidak bercanda Maka dengarkan dan lihatlah video ini" lalu aku menyodorkan video di hp ku, video dimana ayah sedang memohon ampun padaku dan pada ibu atas kesalahannya tempo dulu, ekspresi pertama yang ku lihat adalah Bu Sonya ekspresi keterkejutan, dia syok melihat nya,
"Bu, anakmu sudah membalaskan sakit hati yang ibu derita, semoga ibu cepat sembuh dan kita bisa berkumpul khalayak orang normal" batinku
"Kalau begitu saya pamit Bu" ucapku pamit, namun tertahan olehnya
"Tunggu Amara, ibu ingin bicara sesuatu padamu"
Aku putuskan untuk duduk kembali dan mendengarkan apa yang dia ingin jelaskan
"Maafkan aku Amara, karena aku dulu telah merebut ayahmu dan memaksa untuk menikahi ku karena aku sudah terlanjur hamil oleh orang lain, dan orang tua ku memaksakan dani untuk menikahi ku, mungkin saat itu ia frustasi dan mabuk, dan mencari ibumu dan berbuat di luar nalar hingga akhirnya ibumu hamil" jelasnya
"Jadi menurut mu ibu ku adalah seorang j*l**Ng ha? Hei dengar sini ibuku bukan wanita seperti itu, asalkan anda tau kalau ibuku itu hanya karyawan restoran biasa namun dengan be**t nya Sorang Dani melampiaskan amarah dan nafsu pada ibuku yang malang, sungguh hati anda terbuat dari apa? Andai semua ini berbalik pada putri bungsu anda apakah anda akan terima? Oh jelas tidak karena anda tidak pernah merasakan apa yang saya dan ibu saya rasakan dan ya terimakasih atas kejelasan."ucapku emosi
Sungguh aku emosi sekali, secara tidak langsung dia menyebutkan bahwa ibuku adalah seorang ******,
"Tunggu amara, bukan seperti itu maksud ku, Amara tunggu."
Aku tidak menghiraukan panggilan Bu Sonya dan aku terus melangkah menjauh, sungguh bejad sekali otak nya, tunggu saja ini hanya baru permulaan saja, semua masih akan aku balaskan atas apa yang telah di perbuat oleh kalian, kita lihat saja nanti, dendam ibu ku juga dendam aku, tidak akan ku biarkan kalian hidup dengan tenang.
Setelah pulang dari caffe aku tidak langsung pulang ke rumah, aku singgah ke konter untuk membeli kartu perdana baru untuk membuat akun kloning, ya aku akan membuat mama mereka hancur.
Saat semua yang ku rasa sudah cukup, aku segera membuatnya dengan nama meli, anak bungsu dari Bu sonya dan membuat status seolah dialah yang membuat, sebelum itu aku add semua teman teman Bu Sonya dan pak Dani, serta meli tak lupa juga damar.
Ku upload foto meli yang sedang duduk di pantai mengenakan bikini merah dengan caption
[Open nih tiga ratus satu jam, lagi kepengen]
Dan tidak beberapa lama banyak yang komentar ini dan itu.
@danu "ya ampun Mel, jadi Lo selama ini kaya gini ga nyangka gue"
@sita "ya ampun ini anak nya Bu Sonya kan? Ternyata begini aslinya, untung saja anakku tidak jadi ku jodohkan kalau jadi uh bisa rusak nama baikku"
@erik "gue mau boking Lo Mel, hahahaha"
@meli "kenapa sih julid banget? Suka suka aku Dong mau kaya gimana juga bukan urusanmu, @erik ayok aku lagi kepengen Nih"
Aku tertawa puas dengan ini, kita lihat sampai kapan kalian akan bertahan, sungguh aku membenci kalian semua, kalian semua yang sudah membuat keluarga ku hancur, aku besar tanpa seorang ayah dan seorang ibu di sisiku, aku tidak akan membiarkan kalian tertawa bahagia sedangkan aku selam belasan tahun harus hidup menderita, sungguh ini tidak adil bagiku.
Beberapa hari aku menggunakan akun kloning itu, dan susah banyak pula yang ku upload, menurut berita yang ku dengar di tv kemarin seorang anak dari pengusaha sukses menjual diri, ya tiada lain tiada bukan adalah meli siapa lagi? Dan aku putuskan untuk menutup akun tersebut sebelum mereka melapor pada polisi, ya aku sudah merencanakan nya dengan matang dan tidak mungkin aku merusaknya begitu saja bukan? Semua hanya masih awalan, aku tidak akan melepaskan mereka begitu saja, jelas ada perbuat mereka yang harus di pertanggung jawabkan, dan ada kesombongan yang harus di bayar oleh mereka.