Kehidupan Jessica berubah ketika pacarnya memutuskan hubungan dengan dirinya. Semenjak itu Jessica mengikuti saran dari sahabatnya untuk berkenalan dengan beberapa pria di aplikasi dating. Dengan begitu, banyak orang yang mengira bahwa Jessica playgirl karena melihat Jessica bersama dengan beberapa lelaki.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vina Melani Sekar Asih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pacar Bryan?
Kebetulan sekali, saat ini Jessica melihat Melvin. Lalu, ia berjalan menghampiri Melvin karena ia ingin berteman dengannya.
"Hai. Kamu anaknya Tante Ana ya?" tanya Jessica, lalu Melvin hanya mengangguk.
"Kenalkan namaku Jessica." Jessica mengulurkan
tangannya.
Kemudian, Melvin membalas uluran tangan Jessica. Setelah itu, keduanya melepaskan uluran tangan masing-masing.
"Aku baru tahu loh kalau tante Ana punya anak
seumuran sama aku," ujar Jessica, padahal sebenarnya ia tahu karena waktu itu Tante Ana berkata bahwa dia mempunyai anak yang seumuran dengan Jessica.
"Aku juga sama, baru tahu kalau tante Sarah punya anak," kata Melvin.
Tiba-tiba seseorang menghampiri Jessica dan Melvin.
"Loh! kalian udah ketemu rupanya. Padahal tadinya
mamah mau kenalin dia ke kamu loh," ujar Tante Ana kepada Melvin.
"Oh iya! kalian udah pada kenalan belum?" tanya Tante Ana, lalu Jessica dan Melvin serentak menjawab bahwa keduanya sudah berkenalan.
"Oh iya, Jess! mamah kamu mana?" tanya Tante Ana, lalu Jessica menjawab bahwa Mamahnya sedang berada di toilet.
"Oh gitu. Ya udah kalau gitu Tante kesana dulu ya," ujar Tante Ana.
Sebelum Tante Ana pergi, dia menyuruh Melvin untuk menemani Jessica.
Melvin mengajak Jessica untuk duduk ditempat yang kosong, karena tidak enak jika mengobrol sambil berdiri.
"Bryan," gumam Jessica dan sontak membuat Melvin melihat kearah pandangan Jessica.
"Kamu kenal sama Bryan?" tanya Melvin, lalu Jessica mengangguk.
"Kamu kenal Bryan juga?" tanya Jessica, lalu Melvin mengangguk dan menjelaskan bahwa Bryan adalah teman SMP nya.
Melvin mengajak Jessica untuk bertemu dengan Bryan. Namun Jessica menolaknya, karena ia tidak mau jika Bryan menganggap Jessica belum move on dan juga Jessica tidak mau menghampirinya karena ia sedikit cemburu dengan perempuan yang sekarang bersama Bryan.
"Kenapa gak mau? Bukannya kamu kenal sama dia juga ya?" ujar Melvin.
"Sebenarnya aku mantannya Bryan."
Melvin tertawa kecil. "Pantas aja gak mau ketemu sama dia."
Tanpa aba-aba, Melvin langsung menarik tangan
Jessica dan membawanya menuju kearah Bryan
"Bryan!" panggil Melvin. Sontak Bryan menoleh kearah Melvin.
"Ada apa?" tanya Bryan sambil melihat sekilas kearah Jessica yang sedang menundukkan kepalanya.
"Kamu masih inget aku gak?" tanya Melvin, lalu Bryan berkata bahwa dia masih mengenal Melvin.
Melvin bertanya tentang perempuan yang tadi bersama Bryan, lalu Bryan menjawab bahwa itu hanya temannya.
"Itu cuma temannya, Jess," bisik Melvin kepada Jessica.
"Kalian berdua saling kenal?" tanya Bryan kepada Jessica dan Melvin.
"lya kenal, dia kan calon pacar aku," canda Melvin dan sontak membuat Jessica menoleh kearah
Melvin.
Tiba-tiba, perempuan yang tadi menghampiri Bryan. Lalu perempuan tersebut menoleh kearah Jessica.
"Tiffany, kesana yuk! soalnya aku takut ganggu mereka," kata Bryan. Kemudian, Bryan berjalan sambil merangkul pinggang Tiffany.
Jessica menatap kepergian Bryan. "Katanya teman,
tapi kok merangkul pinggang."
Melvin tertawa terbahak-bahak. "Kamu belum move on ya kayaknya?" tanya Melvin. Lalu, Jessica pergi meninggalkan Melvin tanpa menjawab pertanyaan dari Melvin.
...****************...
Jessica pergi keluar gedung untuk menelepon Auryn. Ia ingin memberitahu Auryn soal kejadian tadi.
Tidak membutuhkan waktu lama, Auryn langsung menjawab panggilan telepon dari Jessica. Ada apa, Jess?"
Saat Auryn bertanya seperti itu, entah kenapa Jessica jadi menangis tersedu-sedu.
"Pasti masalah Bryan ya? dia kenapa lagi?" tanya Jessica.
Jessica menceritakan tentang Bryan yang sudah mempunyai pacar.
"Siapa yang udah punya cewek?" tanya seseorang yang tiba-tiba datang menghampiri Jessica.
Sontak Jessica terkejut dan ia otomatis mematikan
panggilan teleponnya.
Jessica memang bodoh, seharusnya tadi ia melihat kesekitar. Dan pada akhirnya, sekarang ia jadi ketahuan membicarakan Bryan.
Bryan duduk disebelah Jessica. Dan itu membuat Jessica mengusap air matanya karena ia tidak mau dicap sebagai perempuan yang cengeng.
"Kamu ngapain kesini?"
"Aku lagi nyari cewek," kata Bryan. Lalu, Jessica memberitahu bahwa cewek yang tadi bersama Bryan tidak ada disini.
"Aku gak nyari dia kok," kata Bryan.
Jessica jadi penasaran karena ternyata perempuan yang dicari Bryan bukan perempuan yang tadi bersama Bryan.
"Aku lagi nyari cewek yang suka nangis dan cemburuan," jelas Bryan.
Jessica terdiam, karena perkataan Bryan seperti merujuk pada Jessica.
"Ngomong-ngomong sejak kapan kamu dekat sama Kenny?" tanya Bryan tiba-tiba dan itu membuat Jessica terdiam karena ternyata Bryan tahu tentang kedekatan Jessica dan Kenny.
"Aku saranin ya, lebih baik cari cowok yang lain aja. Soalnya aku gak mau kamu salah pilih cowok" ujar Bryan.
"Kok kamu ngatur. Ini kan hidup aku, jadi aku bebas mau dekat sama siapapun."
"Oke, aku gak akan ngatur. Tapi kamu hati-hati aja
sama dia," kata Bryan.
Jessica menatap kearah Bryan. Ia heran dengan Bryan, padahal sekarang Bryan bukan siapa-siapa Jessica, tetapi Bryan masih memperdulikan Jessica.
"Bryan, kamu kenapa sih? Kamu mutusin aku, tapi kenapa kamu masih peduli sama aku?"
"Ya karena aku masih ada rasa sayang sama kamu. Aku cuma kasihan aja kalau nantinya kamu dipermainkan sama Kenny."
Jessica menangis sesenggukan. "Kalau masih sayang kenapa putus?"
"Aku kan udah bilang alasannya.
Jessica yakin kalau alasan itu bukanlah alasan yang sebenarnya. Ia tahu kalau Bryan memutuskan hubungan dengan Jessica bukan karena Jessica cemburuan.
Jika memang Bryan memutuskan Jessica karena hal itu, sudah pasti Bryan akan memutuskan Jessica lebih awal.
"Kamu menyembunyikan sesuatu ya yang aku gak tahu?" tanya Jessica, namun Bryan hanya diam saja.
"Apa jangan-jangan kamu ada cewek lain ya?" tuduh Jessica.
"Jess, aku kan udah bilang kalau aku gak selingkuh," jelas Bryan.
"Terus cewek yang tadi itu siapa?" tanya Jessica, lalu Bryan menjawab bahwa perempuan tadi adalah temannya.
Jessica masih tidak mempercayai perkataan Bryan. Karena jika hanya teman, tidak mungkin Bryan sampai merangkul perempuan itu.
"Terus tadi kenapa kamu merangkul dia?"
"Ya karena aku mau balas dendam. Tadi juga kamu
memanas-manasi aku, kan?" tuduh Bryan.
"Siapa yang memanas-manasi kamu?"
"Tadi kamu nyuruh Melvin kan supaya bilang kalau dia calon pacar kamu?" tuduh Bryan.
Jessica dengan cepat membantah tuduhan itu. Karena Melvin berkata seperti itu bukan disuruh oleh Jessica, melainkan keinginan dia sendiri.
"Aku gak nyuruh dia kok. Kalau kamu gak percaya tanya langsung aja ke orangnya."
"Oh kalau gitu berarti dia beneran suka ya sama kamu," ujar Bryan sedikit cemburu.
"Ya enggak lah, dia kan cuma bercanda."
"Biasanya ucapan lelaki itu gak bercanda kalau tentang hal kayak gini. Dan mendengar ucapan Melvin tadi, aku tahu kalau dia ingin menjadi pacar kamu," ujar Bryan.
Disaat Bryan berkata seperti itu, Jessica justru kebingungan dengan sikap Bryan yang seolah-olah cemburu dengan Melvin.