“Sudah Sayang kita gantian sama keluarga Geo ya,” bujuk Tora yang terus menemani putrinya di ruang jenazah tanpa melepaskan sendirian. Guntur menunggu di luar, tidak ikut masuk
Pria paruh baya itu menggenggam tangan sang putri. Dia mengerti dengan kesedihan yang Yumna rasakan.
Yumna mengangguk, untuk terakhir kalinya dia menciumi seluruh wajah Geo dan memeluknya. Gadis itu sudah tidak menangis lagi.
Tora dapat merasakan bagaimana besarnya cinta dua orang itu. Geo sampai mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Yumna. Dia sudah merenggut kebahagiaan putrinya sendiri. Ia merangkul anak gadisnya keluar dari ruang jenazah. Di depan sana keluarga Geo sudah berdatangan.
“Semua pasti gara-gara kamu!!” Teriak perempuan paruh baya yang datang tergopoh-gopoh mendekati Yumna.
Ia bergegas datang saat mendapat kabar putra kembarnya masuk rumah sakit. Yang satu kritis dan yang satu telah dinyatakan meninggal dunia.
“Bu, bisa jangan asal menuduh!!” Sergah Guntur. Ia langsung berdiri dari tempat duduknya, melihat orang yang tidak dikenal itu berteriak pada Yumna.
“Semua memang salahnya, dialah pembunuh putraku!!” Seru ibu Geo lantang menunjuk wajah Yumna.
“Ara bukan pembunuh!!” Yumna menggeleng pelan sambil menundukkan kepalanya.
Tidak cukupkah rasa kehilangan yang dia rasakan ini. Sampai dituduh menjadi pembunuh kekasihnya sendiri.
“Jaga mulut anda, jangan asal bicara!!” Teriak Guntur mulai naik pitam. Dia yang mendengar saja tidak enak apalagi Yumna yang dituduh.
“Asal anda tau, Leo lah yang sudah menyuntikkan racun ke tubuh saudara kembarnya!!” Sarkas Guntur.
Kalau papanya tau dia marah-marah pada keluarga pasien, bisa kena pasal lagi. Setelah tadi berbuat kekacauan di ruang ICU.
“Sudah jangan diladeni, kita pergi.” Ajak Tora pada Guntur dan putrinya, dia tidak ingin Yumna semakin tertekan berada di sana. Lebih baik dia membawa Yumna pulang.
“Daddy, Ara mau lihat pemakaman Geo.” Gumam Yumna pelan setelah berada dalam mobil.
“Iya Sayang, kita akan lihat dari ja…
Gemuruh Cinta Sang Guntur
30. Pemakaman
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 141 Episodes
Comments
Yulaida
ya ampun nangis kak bacanya
2023-03-02
0
Umi Jasmine
membaca bab ini 😭😭😭😭😭
2023-01-27
0
Febriyantari Dwi
😭😭😭😭😭 Hadeuwww ..othor tega banget tebar bawang banyak di sini.......
2022-09-23
1