Disinilah Guntur sekarang setelah bergulat dengan pikirannya semalaman. Kakinya melangkah mendekati wanita yang sedang memainkan sedotan di gelasnya.
Wanita yang sedang melamun itu adalah istrinya. Istri yang sangat dicintai dan dirindukannya.
"Abang," lirih Yumna yang mencium aroma maskulin sang suami sangat dekat dengannya.
Belum sempat membalikkan badan untuk melihat ke belakang. Sebuah tangan kekar merengkuh pinggang Yumna dengan posesif.
Guntur tidak peduli dia sedang berada ditempat umum. Cuma satu hal yang ia inginkan saat ini, menyalurkan rasa rindunya pada sang kekasih. "Maaf Abang sudah mengabaikan Ara, Sayang." Bibirnya mendarat di pipi kanan Yumna.
Sejenak wanita hamil itu terdiam dan menikmati pelukan yang selama ini sangat dirindukannya. Pelukan yang membuatnya merasa tenang dan nyaman. Pelukan yang mengantarkannya pada tidur nyenyak.
"Ini kampus!" Yumna melepaskan tangan Guntur yang melingkar di perutnya. Walau nada suaranya rendah tapi penuh penekanan.
Dia tidak boleh lemah, sekarang mungkin Guntur membujuknya. Tapi lelaki itu akan mendiamkannya kembali kalau Yumna melakukan kesalahan.
"Ayo kita pulang Sayang?" Ajak Guntur, sangat yakin Yumna mau menerimanya kembali. Istri manjanya ini memang keras kepala, tapi sangat mudah ditaklukkan.
"Sebentar lagi Ara dijemput," jawab Yumna tanpa mengalihkan pandangannya dari sedotan yang ia mainkan kembali.
"Ara gak mau pulang sama Abang?" Tanya Guntur lembut, tanpa mengalihkan tatapannya dari sang istri.
"Untuk apa, rumah daddy masih bisa menampung Ara." Ucap Yumna dingin lalu berdiri dari duduknya.
"Tempat istri itu berada disisi suami. Ara masih istri Abang, jadi ayo ikut pulang." Guntur menahan tangan Yumna lalu menggenggamnya, membawa wanita hamil itu agar mengikutinya ke mobil.
Yumna menurut saja mengikuti Guntur. Sampai mereka berada di dekat parkiran yang sepi baru ia menghempaskan tangan Guntur sampai genggamannya terlepas. Guntur yang terkejut menghentikan langkahnya.
"Kenapa Abang baru m…
Gemuruh Cinta Sang Guntur
109. Kalah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 141 Episodes
Comments
DaaaWd
semoga setelah ini Guntur-Ara gak ada gangguan lagi, hubungannya bisa mulus kaya jalan tol😅
2022-06-17
2