Suara-suara aneh dalam kamar pasangan suami istri itu semakin beradu dengan hawa yang semakin panas. Guntur tidak tanggung-tanggung menghajar Yumna sampai kelelahan. Gairahnya semakin menggebu-gebu saat Yumna lagi-lagi mendesah sexy. Sampai terdengar suara ketukan di pintu, namun tidak membuat Guntur melepaskan istrinya.
Tok... tok... tok...
Lagi-lagi pintu kamar diketuk dengan keras.
"Abang, buka pintu." Ucap Yumna yang sudah lemas, tulang-tulang kakinya serasa jeli.
"Sebentar Sayang," ucap Guntur menyelesaikan pekerjaannya dan langsung terkapar setelah mendapatkan pelepasan yang kesekian kalinya malam ini.
Tok... tok... tok...
Pintu kamar di ketuk semakin keras membuat Guntur mengumpat dalam hati. Sedang Yumna sudah menutup mata karena rasa lelah yang mendera.
Guntur mengusap kening sang istri yang dibanjiri keringat lalu mengecupnya. Setelahnya ia menyelimuti Yumna sampai ke leher.
"Tidurlah sebentar Sayang, karena setelah ini Ara akan bekerja keras lagi." Gumamnya dengan seringaian tipis. Lalu bangkit memakai pakaiannya kemudian membuka pintu.
"Sialan, kau ternyata membuat adikku kelelahan!!" Umpat Sagara kesal melihat Guntur yang masih bermandikan keringat dan adiknya tergelung selimut di tempat tidur. Sedang dia sejak tadi berdiri di depan pintu kamar menunggu.
Dengan seringaian licik Sagara langsung masuk ke kamar dan naik ke tempat tidur memeluk adiknya.
Aksi Sagara itu membuat Guntur melotot tajam dan menarik tubuh kakak iparnya sebelum berhasil memeluk Yumna yang masih belum mengenakan apa-apa.
"Aga keluar!!" Teriak Guntur, tidak rela tubuh istrinya yang masih polos di peluk sang ipar. Walau Yumna menggunakan selimut tetap saja.
Yumna yang mendengar suara teriakan membuka mata. Dan mendapati sang suami yang terlihat sangat marah pada kakaknya.
"Abang kenapa ada disini?" Tanya Yumna pada Sagara.
"Jangan bergerak Sayang," Guntur langsung menarik Sagara menjauhi dari tempat tidur.
Sagara hanya tersenyum tipis mengedipkan mata pada sang adik. T…
Gemuruh Cinta Sang Guntur
139. Pengganggu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 141 Episodes
Comments