"Bunda, sekarang calon istri Arraz sudah besar. Arraz boleh punya dedek?" Ucap anak kecil itu asal, lagi-lagi menyebutkan adik sepupunya sebagai calon istri.
Ghani menyembunyikan tawa melihat sang istri yang melotot padanya. Ia pura-pura tidak mendengar menepuk-nepuk baby Bian.
"Bunda sudah sering ngasih tahu Arraz kan, Nefa itu adik Arraz bukan calon istri!!" Beritahu Khalisa dengan tegas.
"Iya Bunda," jawab Arraz sambil menundukkan kepala.
"Kha!" Tegur Ghani agar Khalisa tidak melanjutkan maklumatnya. Membawa sang putra duduk di pangkuan. "Arraz dengerin bunda ya Sayang."
"Iya Ayah."
"Arraz mau punya adek?" Tanya Ghani yang langsung diangguki sang putra. Tangannya terulur membelai pipi Khalisa yang cemberut.
"Kalau Arraz mau punya adek belajar yang rajin dulu," usir Ghani secara halus.
Dengan mata berbinar cerah Arraz mengangguk senang. Meninggalkan ayah dan bundanya masuk ke kamar untuk belajar.
"Arraz cuma anak kecil Sayang, Kha jangan marah-marah terus kalau Arraz bicara seperti itu." Nasehat Ghani setelah putranya pergi, mereka selalu bertengkar gara-gara hal sepele ini.
"Kha gak suka Abang, nanti keterusan."
"Kha kebanyakan ngehalu nih," Ghani menarik istrinya dalam pelukan. "Apa yang ada dalam pikiran Kha dan Kha jadikan tulisan. Jangan disamakan dengan kehidupan nyata kita Sayang."
"Iya Abang," Ghani tersenyum mengecup kening sang istri.
"Ini baby mau kita apakan?" goda Ghani menunjuk ke arah baby Bian yang masih terlelap dengan nyaman.
"Kita bikin nangis," Khalisa menciumi gemas pipi keponakannya namun baby boy itu tidak bangun-bangun. Hanya menggeliat sebentar lalu lanjut tidur lagi dengan bibir yang mengecap-ngecap. Ghani dan Khalisa saling pandang, lalu tertawa bersamaan.
...🌺🌺🌺...
"Abang," Yumna terbangun berada dalam pelukan sang suami.
"Iya Sayang," Guntur yang sejak tadi tidak tidur langsung menyahut.
"Kepala Ara pusing," keluh Yumna sambil memegangi kepalanya. "Baby mana, tadi baby gak mau ASi."
Guntur membantu Yumna yang ingin bangun, sekarang dia…
Gemuruh Cinta Sang Guntur
128. Rewel
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 141 Episodes
Comments