Lama Yumna melamun sampai sebuah lengan kekar melingkar di lehernya.
"Abang gak akan ninggalin Ara," Guntur mengecup belakang kepala sang istri seakan mengerti kekhawatiran yang wanitanya rasakan.
Ia hanya emosi sesaat, mana mungkin Guntur bisa lama-lama marah dengan kesayangannya ini.
"Ara ingin membunuh Brayen itu karena Ara takut kehilangan Abang, bukan sepenuhnya karena Geo." Gumam Yumna, menarik kalung di lehernya ingin membuang. Kalau memang Geo bisa menyebabkan hubungan mereka retak, ia tidak akan berusaha untuk menghilangkan nama itu dari hidupnya.
Tangan yang ingin melemparkan kalung itu ditahan Guntur. "Kalau Ara takut Abang pergi, maka Abang juga takut Ara pergi." Ia memasangkan kembali kalung itu ke leher sang istri.
"Kita bisa mengalahkan mereka dengan cara lain Sayang. Tidak perlu Ara yang langsung menyerahkan diri dalam bahaya."
Yumna mengangguk, tidak ingin membantah lagi. Baru beberapa jam berada dalam situasi tidak enak seperti ini, dia sudah gelisah.
Guntur mengecup basah pipi istri kecilnya, "ayo kita ulangi yang tadi." Ucapnya dengan tangan yang sudah meringsek dalam kaos Yumna.
"Gak mau nyoba di luar Abang, bisa sambil lihat langit."
"Disini gak ada kasur Sayang, tapi kalau Ara mau disini boleh kita coba." Guntur memutari kursi kayu lalu mendudukkan istrinya diatas meja kecil.
"Jantung Ara dag dig dug," gumam Yumna dengan senyuman yang cerah kembali.
"Masa sih, Abang gak dengar." Guntur dengan sengaja menempelkan telinga diantara dua squishy yang menyembul tidak tertutup apapun. Karena penutupnya sudah ia singkirkan.
Suara detakan jantung Yumna sangat jelas terdengar di telinganya. Dengan satu gerakan Guntur melahapnya dengan lapar membuat Yumna mengerang kecil karena terkejut.
Pasangan itu menikmati percintaannya di balkon kamar sampai tubuh Yumna lemas. Barulah Guntur menggendong istrinya yang sudah tidak berdaya ke tempat tidur. Menyelesaikan pelepasannya yang tertunda.
Ia ambruk disisi Yumna. Guntur membawa tubuh sang istri ke…
Gemuruh Cinta Sang Guntur
74. Balkon
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 141 Episodes
Comments
Febriyantari Dwi
Lagian digempur siang malam om...😀😀
Eh, btw kemana aja larinya itu bibit unggul...ga ada yg nyantol yak?🤭
2022-09-24
0
DaaaWd
luph luph othor gak bikin Ara kabur🥰
2022-06-05
2
Yuni Widiyarti
bayangannya lucu punya bayi besar tur.bucin kan kamu.
2022-06-05
2