"Sayang," panggil Guntur saat membuka pintu kamar. Namun bukan sahutan yang terdengar tapi suara tangis ibu dan bayi yang menggema.
“Sayang ada apa?” Guntur langsung melempar jasnya ke meja. Mendekap erat ibu si bayi yang menangis histeris di lantai dekat box bayi. Tidak hanya itu, putranya juga menangis kencang dan dibiarkan Yumna saja.
Nanny yang menjaga baby Bian sedang pulang kampung. Guntur pikir tidak masalah kalau Yumna menjaga putranya sendirian saat dia bekerja untuk tiga hari ke depan.
Yumna tidak menyahut, Guntur mengangkat istrinya ke tempat tidur kemudian menenangkan putranya. Kenapa orang di rumah ini tidak ada yang tahu kalau istrinya sedang menangis di kamar. Guntur memanggil Mama Mira lewat sambungan telepon.
“Sayang ada apa?” Guntur kembali bertanya sambil menimang baby Bian yang tidak mau berhenti menangis.
“Astaghfirullah, Ara kenapa Sayang?” Mira langsung bergegas ke kamar Guntur saat sang putra memanggilnya. Perempuan paruh baya itu mendekati menantunya, "apa ada yang sakit?” tanya Mira lembut. Yumna yang masih menangis tidak menjawab apa-apa.
"Mama tolong gendong Bian sebentar, Guntur mandi dulu." Guntur memberikan baby Bian pada Mama Mira.
Tadi dia panik jadi langsung menggendong putranya. Kalau istrinya tidak sedang seperti ini pasti sudah mengamuk karena dia menggendong Bian sebelum mandi.
Mira menyambut cucunya dan menimang-nimang untuk menenangkan. Ia bisa melihat mata sembab Yumna, bisa dipastikan menantunya itu sudah lama menangis dan dia tidak mengetahuinya.
Sepuluh menit kemudian Guntur selesai mandi, dia bingung harus menenangkan yang mana terlebih dahulu.
Melihat kebingungan Guntur Mira berinisiatif membawa baby Bian turun. “Biar Mama yang jaga Bian, kamu tenangin Ara dulu.” Ucapnya seraya mengambil ASI yang ada di lemari pendingin. Kemudian membawa sang cucu turun ke bawah.
“Ghin bantu bikinkan susu Bian,” pinta Mira pada putrinya.
Ghina yang kebingungan hanya bisa menurut. Tidak berani bertanya karena sang mama terliha…
Gemuruh Cinta Sang Guntur
127. Haus
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 141 Episodes
Comments