“Ara makan yang banyak biar cepat pulih." Istrinya ini disuruh makan di kamar tidak mau, malah ingin ikut makan di bawah.
"Setelah ini Ara lanjut istirahat lagi, biar baby dijaga nanny.” Guntur tidak ingin Yumna kelelahan.
Wanitanya ini kalau lelah fisik dan pikiran bisa mudah mengamuk tidak jelas. Itu akan menyulitkannya nanti, dia tidak mau kejadian Yumna menghancurkan kamarnya terulang kembali.
“Ara mau jaga baby sendiri,” ucap Yumna dengan manja.
“Kalau istirahat Ara sudah cukup baru jaga baby sendiri. Kalau Ara kelelahan dan sampai sakit, nanti siapa yang ngasih baby ASI.” Beritahu Guntur dengan lembut seraya membersihkan sisa makanan yang menempel di bibir Yumna.
“Iya Ara istirahat, tapi Abang temani.”
“Kalau Ara minta temani Abang nanti gak jadi istirahat,” Guntur mengerlingkan mata.
“Ish Abang mesum terus,” Yumna menggembungkan pipi kesal.
“Tapi Ara suka Abang mesumkan,” bisik Guntur yang membuat pipi sang istri bersemu merah.
“Awas Ara potong cacingnya kalau nakal!!”
“Ini bukan cacing Sayang, Ara mau mastiin lagi ini cacing atau bukan?” Guntur mengangkat alis menggoda sambil menahan tawa.
Yumna cepat menggelengkan kepala, dia tidak mau disuruh olahraga lagi. Entah kapan pasangan suami istri itu akan selesai sarapan kalau sambil bermesraan.
*
*
“Pah, Dad jangan rebutan disini. Kalian bawa aja baby Bian ke bawah.” Kesal Guntur pada ayah kandung dan ayah mertuanya yang tiba-tiba masuk ke kamar.
Dia baru saja terlelap karena baby Bian susah ditidurkan. Tapi dua orang kakek Bian ini malah merusuh tidurnya.
“Aku lima belas menit, kau lima belas menit!” Tora membuat penawaran yang mau tidak mau disetujui Rizal.
Guntur sampai memijat kepala pusing, memilih memejamkan mata kembali di samping istrinya yang terlelap dengan nyenyak tanpa ingin ikut pusing melihat perdebatan itu.
Dua orang kakek yang baru saja membuat kesepakatan itu membawa sang cucu turun ke ruang tengah.
“Sudah lewat lima belas menit,” Rizal menunjukkan jam di pergelangan tangannya.
“Lima menit l…
Gemuruh Cinta Sang Guntur
126. Rebutan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 141 Episodes
Comments