Hari sudah beranjak siang, matahari sudah meninggi. Waktu sudah bergulir beberapa jam setelah Rafan meninggalkan kamar kos Alsava dengan pintu yang terbuka. Tapi Alsava, gadis itu masih duduk memeluk lutut dengan pandangan kosong menatap buku tabungan yang tergeletak di depannya.
Air mata sudah tidak lagi menetes, meski jejaknya sangat jelas terlihat. Mata dan hidung yang memerah dengan rambut yang sedikit berantakan. Alsava merenungi semua tindakan yang dia ambil tanpa pikiran matang empat bulan yang lalu.
Alsava menghela napas lalu menghembuskannya secara perlahan. Menyesali semua perbuatan dan keputusan yang dia ambil empat bulan yang lalu meskipun tidak bisa mengubah apapun.
"Kruyuk!"
Bunyi perut Alsava terdengar nyaring memecah keheningan di kamar kos tiga petak itu. Perlahan mengelus lembut perut masih dengan tatapan yang belum fokus.
"Bang Roman pergi dengan perut kosong." Alih-alih mengkhawatirkan diri sendiri, dia jistru mengkhawstirkan pria yang beberapa jam lalu membentak dan mendorongnya hingga tersungkur.
Tidak pernah Alsava sangka kalau perpisahannya dengan Rafan bisa se-dramatis tadi. Meski sudah mempersiapkan diri ternyata hatinya cukup lemah untuk menolak rasa sakit.
Gadis pembohong!
Dua kata itu kembali terngiang di kepala Alsava, menari-nari dengan pelan lalu berputar berkali-kali layaknya sebuah radio rusak. Hati Alsava kembali berdenyut sakit kala mengingat wajah merah padam milik Rafan yang menghardiknya dengan nada tinggi dan kata-kata menyayat hati.
"Dia pantas marah kok, siapa juga yang tidak marah kalau dipermainkan seperti ini," gumam Alsava pada diri sendiri.
Tangan Alsava terulur mengambil buku tabungan yang sejak tadi dia pandangi. Membuka lalu mengeluarkan secarik kertas di dalamnya.
"Banyak juga uang yang aku pake, siapa yang nggak akan marah kalau uangnya dipake sebanyak ini tanpa ijin," ucap Alsava tenang.
Angin sepoy membelai wajahnya dengan lembut seolah berusaha menenangkan dan menghibur hati gadis yang sekarang sedang kacau.
"Ak…
Nona Huru-hara, I Love You!
Dua puluh tujuh
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 59 Episodes
Comments