Sepanjang perjalanan dari restoran cepat saji ke rumah sakit Rafan kembali diam, begitu pun dengan Alexi. Wanita itu sempat bertanya kenapa Rafan menanyakan hal yang terlalu sensitif menyangkut pelayan restoran yang sudah menumpahkan minuman di gaunnya.
Rafan sendiri kaget dengan dirinya yang lepas kendali tadi. Setelah menjawab 'tidak apa-apa' pria itu kembali diam. Alexi hanya menghela napas saja tidak mau membuat Rafan kesal karena dia terlalu cerewet.
Karena insiden tadi, tentu mereka tidak jadi makan dan langsung berangkat ke rumah sakit sesuai permintaan Rafan. Meski harus menahan lapar Alexi pun mengikuti kemauan Rafan.
Hatinya sedikit menghangat melihat Rafan yang sejak tadi menekuk wajahnya, dia berfikir kekesalan yang sedang Rafan rasakan karena pria itu mengkhawatirkan dirinya seperti dulu. Bibir Alexi berkedut menahan tawa saat pikiran tidak berdasar itu melintas.
Mendengar suara gelak yang di tahan, Rafan menolehkan pandangan yang semula menatap pemandangan di balik jendela mobil ke wajah Alexi. Pria itu mengangkat satu alis matanya, bertanya dengan isyarat apa yang membuat Alexi seolah merasa geli?
"Sayang muka kamu lucu." Tawa Alexi berderai setelah mengutarakan isi hatinya. Semetara Rafan hanya menatap datar wanita hamil di depannya, membiarkan Alexi melakukan apa yang dia mau.
Rafan kembali menatap pemandangan di balik jendela mobil. Pria itu menghela napas memikirkan alasan dirinya yang sudah lepas kendali.
Bisa-bisanya aku masih nggak rela orang lain deket sama gadis pembohong itu. Hah! Aku bukan siapa-siapa nya gadis itu!
Batin Rafan berperang sendiri, pria itu memijat pelan pelipisnya berusaha menghilangkan rasa penat yang tiba-tiba mendera. Melihat Rafan yang tidak menanggapi candaannya membuat Alexi sedikit kikuk dan canggung.
Wanita hamil itu beringsut mendekat merapatkan tubuh dengan Rafan hingga sama sekali tidak berjarak. Dengan manja menyandarkan kepala di pundak Rafan. Mengelus lembut perut buncitnya yang teras lapar.
"Kamu lapar ya saya…
Nona Huru-hara, I Love You!
Tiga puluh delapan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 59 Episodes
Comments