Empat puluh satu

Rafan menyingkab gorden jendela kamarnya, suasana di luar kamar masih gelap dengan beberapa lampu taman yang masih menyala. Pria itu menghela napas lalu memasukkan tangan ke dalam saku celana.

Seperti hari-hari sebelumnya pagi ini pun dia terbangun jam lima pagi. Ah tidak, hari ini malah lebih pagi lagi, dia terbangun jam empat tiga puluh pagi saat suara-suara aneh entah dari mana berkumandang saling bersahutan.

Pria itu menyipitkan mata melihat beberapa orang yang berjalan beriringan melintas di depan rumahnya. Suara derit pintu gerbang dari rumah Rafan membuat alis pria itu mengeryit.

Ada pemuda yang keluar dari gerbang rumahnya lalu ikut bergabung bersama rombongan pria berbaju koko dan memakai sarung entah menuju kemana.

Sejenak Rafan merenung, pemandangan seperti ini familiar baginya. Setelah terdiam sejenak ingatan tentang pemandangan seperti ini dia dapatkan. Hal ini sering dia lihat saat berada di kampung Alsava.

"Mereka mau sholat ke masjid," gumam Rafan pelan. Sekali lagi menghela napas lalu memutuskan duduk di pinggir ranjang.

Rafan jadi ingat saat masih di kampung Alsava, dia sering minta diajarkan sholat pada Alsava agar bisa ikut berangkat ke masjid seperti para pria di kampung. Namun Alsava selalu beralasan kalau akan sulit karena kondisi kaki Rafan yang masih belum bisa bergerak normal.

"Apa dia menganggap aku bukan muslim?" tanya Rafan pada diri sendiri.

Pria itu bangkit berdiri mengayun langkah keluar kamar dan masuk ke dalam ruangan kerja miliknya. Rafan membuka satu persatu laci di meja kerjanya berharap bisa menemukan kartu identitas penduduknya.

Dia juga sebenarnya penasaran tentang agama yang dia anut selama ini. Pria itu terus mencari hingga beberapa laci isinya sudah tidak rapih bahkan ada yang terburai sebagian keluar.

"Tuan Rafan sedang mencari apa?"

Pertanyaan bi Asih membuat tubuh Rafan yang sedang membungkuk terlonjak kaget langsung berdiri dengan kaku. Tidak memperkirakan kehadiran bi Asih yang tiba-tiba.

"Sejak kapan Bibi ada di sini?…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!