7| Yes!

Sudah tiga hari Pelangi berdiam diri di rumah tanpa di ajak ke mana-mana. Lebam di wajahnya mulai menghilang karena terus di obati, terlebih Raka dan Saka yang tidak henti-hentinya mengingatkan lukanya.

“Bunda, masa Bow tetap di rumah sih? Bow nggak bisa di giniin Bunda,” rengek Pelangi dengan wajah paling sedih di dunia. Sudah kemarin Minggu tidak ada yang mengajaknya keluar rumah, semua seakan sepakat mengurung Pelangi agar cepat sembuh.

Bunda menjitak pelan kepala putrinya. “Kamu ini, di kasih libur kok ngerengek nggak mau,” kata bunda tak habis pikir.

“Iya betul tu, Bun. Kalau jadi Saka, Saka bakal tidur dan main berhari-hari.”

Tapi Pelangi bukan Saka. “Terus Bow harus ngapain di rumah? Ini membosankan Bunda, rasanya tuh hampa.”

“Omonganmu,” sambar Raka yang baru saja muncul bergabung bersama mereka. Pria dengan setelan rapi ini duduk di samping Pelangi, mengecup pucuk kepalanya seperti biasa. “Cepat sarapan. Jangan ngerengek agar cepat sembuh.”

Pelangi mengentakkan sendok di tangannya hingga berbunyi nyaring. Ia langsung menusuk-nusuk pipinya yang lebam cukup keras. “Liat deh, Bow udah nggak sakit. Ini cuman bekasnya doang,” ucapnya seakan itu benar. Nyatanya Pelangi kesakitan, pipinya terluka parah ternyata.

Saka langsung menarik tangan Pelangi, matanya melotot galak. “Lo apa-apaan sih, Bow?” sentaknya kesal.

“Apa? Ini beneran nggak sakit kok!” Pelangi semakin jadi mengunyel-unyel pipinya.

“Pelangi, jangan seperti itu dong. Kamu liat, abang-abangmu menatapmu kayak melihat manusia yang paling jahat di dunia,” seloroh bunda menyudahi. “Ikut Bunda ke butik aja ya, mau?” ajak beliau.

Mata Pelangi langsung berbinar, namun ia teringat bahwa di butik tidak ada tempat yang menyenangkan. Pelangi lantas menggeleng. “Bow tetap nggak ada teman di sana. Bunda pasti sibuk sama pesanan, pelanggan, dan rempongnya gaya bunda kalau ketemu teman. Nggak ah, Pelangi di rumah aja dari pada harus ke butik,” cerocosnya panjang.

“Kamu ini,” gemas ayah.

Pelangi teringat ses…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!