“Kita senang banget lo ikut, Ngi. Kita kira lo nggak jadi pergi karena nggak di izinin,” kata Chika begitu antusias.
“Iya, gue kaget banget waktu liat lo datang sama dua abang lo. Gue kira mereka ikut juga,” decak Dira terkagum-kagum sekaligus terkejut.
Pelangi terkekeh, kedua abangnya memang selalu menggemparkan tempat di mana mereka berdiri. Sepertinya Raka dan Saka sudah pulang, Pelangi tidak melihat mereka lagi di luar.
“Eh lo duduk sendirian ya? Gue aja deh yang temenin ya, Ngi?” tawar Chika.
Benar, Pelangi duduk sendirian saat ini. Chika dan Dira duduk di belakangnya. Pelangi menggeleng. “Nggak papa kok,” balasnya tidak masalah.
“Ada gue.”
Pelangi langsung menoleh ke samping, matanya membulat melihat Aidan langsung duduk di sampingnya tanpa bilang-bilang dulu. Mata Pelangi mengerjap kaget.
“Bus kelas gue penuh, jadi gue numpang di sini aja. Boleh kan gue duduk di samping lo?” Aidan menoleh ke arah Pelangi, ia tersenyum geli melihat wajah kaget gadis itu.
“Bo—boleh ...,” jawab Pelangi terbata. Namun segera ia menggeleng dan menjauhkan diri. “Nggak boleh!” sentaknya dengan suara cukup keras.
“Kenapa? Di sini kosong, kan? Lagipula, nggak ada tempat duduk yang kosong selain di sini,” kata Aidan santai.
Bus mulai berjalan, Pelangi langsung menatap ke luar takut masih ada keberadaan abangnya. Namun sepertinya ia aman, tapi tetap saja ia sudah berjanji.
“Chi, duduk sama gue ya?” pinta Pelangi dengan pandangan penuh arti kepada Chika.
Chika terlihat bingung harus mengiyakan atau tidak, Dira pun sama bingung dan ragunya. Mereka tahu bagaimana takutnya Pelangi berdekatan dengan laki-laki, namun Aidan juga terlihat enggan untuk beranjak.
“Ayo dong, Chi?” bujuk Pelangi lagi dengan wajah memelas.
“Iya, Ngi, gue pindah.” Chika berdiri, namun dia tercengang melihat Aidan malah memasang earpohone di telinganya dengan santai.
“Gue aja deh yang ke belakang,” tawar Pelangi deg-degan. Ia bangkit namun tertahan sebab ia tidak bisa lewat. “Duh gimana nih?” gumamnya c…
Rapunzel & Obsesi Dua Pria
13| Puncak
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 40 Episodes
Comments