19| Pantai

Matahari mulai tenggelam, Pelangi duduk termangu di kursi bawah pohon kelapa. Ada banyak pasangan yang duduk berduaan di pasir, mereka menikmati senja sambil bercerita.

“Gue kapan kayak gitu?” gumam Pelangi sedih. Andai saja ada sihir di dunia nyata, Pelangi pasti akan meminta Aidan ada di sisinya sekarang ini. Juga, meminta Raka untuk bersikap biasa padanya.

Pelangi berharap Raka sadar dengan perbuatannya barusan, dan sadar dengan sikap memberontak Pelangi tadi. Semoga saja. Sebab Raka tidak menghampirinya padahal sudah sekitar satu jam Pelangi di sini.

“Kalau gue nekat pacaran gimana, ya? Aidan nggak jadi kayak Gara, kan?” monolog Pelangi bimbang. Ia kadang pernah berpikir untuk melakukan itu, namun sepertinya Raka tidak akan tinggal diam dengan status tersebut.

“Bang Raka tuh abang gue bukan, sih? Atau jangan-jangan gue anak pungut lagi!” pekik Pelangi heboh. “Yakali gue anak pungut. Orang darah gue sama kayak Bunda dan Bang Raka kok. Jangan ngadi-ngadi deh, Bow,” omel pelangi pada dirinya sendiri.

“Aku perhatiin dari tadi, kamu ngomong sendiri, ya?”

“Yarobun!” pekik Pelangi refleks menoleh ke samping. Ia mengelus dada melihat wanita dewasa seumuran Raka berdiri di sampingnya dengan bibir tersenyum. Pelangi meringis malu.

“Bow ngeganggu ya, Kak?” tanya Pelangi merasa tidak enak.

“Enggak kok, cuman heran aja,” kekeh perempuan itu.

“Sini, Kak, duduk.” Pelangi menepuk sisi kursi yang kosong. Namun setelahnya ia mengerjap heran, Pekangi tidak pernah seakrab ini dengan seseorang.

“Kamu sendirian di sini?”

Pelangi menoleh, ia tidak menjawab melainkan mengulurkan tangannya ke arah perempuan dewasa tersebut. “Bow nggak tau nama kakak, boleh kenalan?” tanya Pelangi. Berkenalan duluan bukan opsi yang buruk.

“Boleh,” perempuan itu menerima uluran tangan Pelangi. “Jingga,” ujarnya sambil tersenyum.

Mata Pelangi berbinar, nama yang indah. “Pelangi. Boleh panggil Pelangi atau Bow,” imbuh Pelangi ramah.

“Panggil Pelangi aja, ya? Kalau Bow kayaknya nama panggilan say…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!