Semalam sempat hujan, sehingga meninggalkan embun halus yang memenuhi pandangan. Bekas rintik hujan menetes di dedaunan, cahaya mentari menciptakan hawa sejuk yang pas untuk lagi yang cerah.
Tempat parkir sudah mulai penuh di isi siswa-siswi yang membawa kendaraan sendiri, halaman depan dan koridor pun tak kunjung sepi. Malah, koridor terlihat begitu ramai hari ini, semua orang menatap ponsel dan saling berbisik ramai.
Pelangi yang berjalan di tengah-tengah mereka mengernyitkan kening, heran saat semua penghuni koridor menatapnya sinis namun tidak begitu kentara. Tatapannya mereka persis saat kedua abang Pelangi berulah.
“Hm, kenapa ya?” gumam Pelangi sambil mengusap pipi. Ia benci di tatap seperti ini, lagi-lagi ia merasa seperti seorang penjahat yang tidak sama sekali di terima kehadirannya.
“Psikopat banget tuh orang gila! Sebulan Gara koma, dan akhirnya meninggal juga!”
Langkah Pelangi langsung terhenti, ah atau jantungnya juga ikut berhenti. Tubuh Pelangi terasa berat untuk kembali berjalan, telinganya tidak bisa di paksa untuk tuli.
“Ini udah korban ke berapa, sih? Dulu Saka pernah kan gebukin cowok seangkatannya kan karena cuman colek lengan Pelangi?”
Tangan Pelangi terkepal sangat kuat, kejahatan kedua kakaknya kembali di bongkar dan di ungkit. Mungkin bukan hanya keempat cewek di sana yang membicarakan abangnya, melainkan seluruh murid di SMA Harapan terus membongkar semua kejahatan yang pernah Saka dan Raka lakukan. Dan semuanya selalu bersangkutan dengannya.
“Kasihan si Gara. Dia memang salah sih karena nonjok Pelangi, tapi nggak juga sampai bikin meninggal.”
“Abang-abang Pelangi tuh psikopat, apa lagi yang namanya Raka. Kenapa nggak langsung bunuh aja si Gara? Kenapa malah di biarin kritis dan makin kesakitan coba?”
“Psikopat. Dia buat Gara mati perlahan.”
Ucapan mereka saling bersahutan, terasa dengungan menyakitkan di telinga Pelangi. Tetes demi tetes air matanya menetes, semua orang mengatakan kedua kakaknya psikopat dan brengsek.
“Cih! Ba…
Rapunzel & Obsesi Dua Pria
32| Shock
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 40 Episodes
Comments