Hari ini adalah hari kembalinya Pelangi ke sekolah. Dan selama itu pula Raka tidak bersamanya. Abangnya tidak hanya seminggu, namun lebih. Tapi sungguh, rasanya cukup menyenangkan jika Raka tidak ada.
Sepanjang koridor, Pelangi lalui dengan senang. Namun sayangnya, semua orang bagai menghindarinya. Saat Pelangi lalu, mereka akan melangkah pergi atau pura-pura tidak melihat. Biasanya, jika ia berjalan di koridor, ada beberapa orang yang menyapa Pelangi walau ia tidak mengenal orang itu.
“Kenapa ya?” tanyanya pada dirinya sendiri. Pelangi mengusap kening, merasa heran. “Nggak masalah sih, toh mereka bukan teman gue,” ucapnya acuh. Pelangi kembali berjalan menuju kelasnya.
“Si Gara udah sadar? Seminggu lebih dia koma, nggak ada tanda-tanda sadar.”
Langkah Pelangi langsung terhenti saat mendengar suara itu. Nama Gara di sebut-sebut, sehingga membuat Pelangi merasa waswas. Pelangi bersembunyi di balik tangga, mendengarkan anak-anak cowok membicarakan Gara.
“Kalau Gara hidup berarti dia hebat. Gila aja lo, mukanya hancur banget gitu.”
Sepertinya, Pelangi tahu penyebab semua orang menghindarinya.
“Abang Pelangi ngeri, bray. Nggak heran sih kenapa tuh cewek nggak pernah bergaul.”
Benar, itu alasan kenapa Pelangi tidak memiliki sahabat dekat atau teman laki-laki. Pelangi tidak memiliki cukup keberanian untuk memulai berteman bersama orang lain, mengobrol biasa saja kadang di tegur oleh kakaknya. Namun itu tidak masalah bagi Pelangi, karena kedua kakaknya sudah sangat berarti baginya, hanya dengan Raka dan Saka, Pelangi merasa aman.
“Anying ada orangnya, woy!!”
“Cabut-cabut!!”
Pelangi melihat kepergian mereka yang langsung menghilang dari hadapannya. Dapat ia lihat betapa takutnya wajah beberapa orang itu, seakan memang Pelangi tidak layak di dekati.
“Eh, lo udah sembuh?”
Pelangi langsung menoleh, mendapati Aidan menatapnya dengan senang. Sepertinya hanya Aidan yang berani mendekatinya hari ini.
“Syukur deh pipi lo udah baikan. Gue kira lo nggak akan ke sekolah l…
Rapunzel & Obsesi Dua Pria
8| Kantin
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 40 Episodes
Comments