"Stella? Pulang bersamaku 'kan?" tanya Shaka ketika melihat Stella mulai merapikan barang-barangnya. Shaka berharap Stella mau pulang bersama dan Shaka bisa mengajak Stella ke suatu tempat.
"Memang, aku tidak merepotkan ya, Pak ? Setiap hari harus berangkat dan pulang bersama Bapak?" tanya Stella asal karena dirinya sedang fokus memasukkan barangnya.
"Merepotkan? Tentu saja tidak. Jika kamu mau, aku akan ajak kamu ke suatu tempat," ajak Shaka memberi penawaran.
Stella berdecak pelan. "Nyogok nih, ceritanya." Kemudian Stella mencebikkan bibirnya yang membuat pipi bagian kirinya mengeluarkan lesung.
Tangan kokoh Shaka terulur mengacak rambut Stella gemas. "Aku tidak bermaksud seperti itu," sangkalnya jujur.
Stella menyampirkan tali tas di punggungnya dan beranjak untuk keluar dari kursi kebesarannya. "Bapak hanya perlu mengatakan, 'Stella, kita jalan yuk!' itu sudah cukup, Pak. Hanya mengatakan itu, susah ya, Pak?" ucap Stella mengomel panjang lebar.
Shaka tergelak renyah. "Kalau aku bilang gitu, kamu memangnya mau?" tanya Shaka balik.
Stella menghela napas lelah. Berbicara keromantisan dengan mantan orang kaku memang semelelahkan itu. "Terserah Bapaklah. Intinya aku mau pulang," ucap Stella kesal kemudian berjalan melewati Shaka yang masih terpelongo.
"Stella! Tunggu!" panggil Shaka mengejar langkah sang Gadis.
Karena Stella tidak mau menghentikan langkah, Shaka memilih memegang pergelangan tangan Stella dan itu berhasil. Stella menoleh dengan wajah lelahnya. "Apa lagi, Pak?" tanyanya lelah.
"Kamu marah?" tanya Shaka sambil memegang kedua bahu Stella.
"Kenapa aku harus marah, Pak? Aku hanya terlalu lelah hari ini," jawab Stella tanpa menatap mata Shaka.
"Kamu kenapa? Mengapa berubah cuek seperti ini? Padahal, tadi pagi baik-baik saja," tanya Shaka dengan tatapan menyelidik. Tangannya digerakkan untuk mengangkat dagu Stella agar mau menatapnya.
"Apa yang terjadi? Tidak mungkin kamu datang bulan dua kali selama sebulan lagi 'kan?" tanya Shaka menatap mata S…
Dear, Pak Boss
Bab 20. Awal pertengkaran
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 53 Episodes
Comments