Seketika Stella merasa waspada saat kakek Ben mengetahui dimana tempat tinggal sekaligus rinci nomor kost-annya. Bolehkah Stella merasa curiga? Akhirnya, Nala memilih berpamitan pulang.
"Kalau begitu, saya pulang dulu ya, Kek," pamit Stella yang segera berlari kecil menuju gang menuju kostan.
Sang kakek menatap Stella dengan senyum tipis. "Sepertinya, dugaanku benar. Semoga itu kamu, Nak," ucap kakek Ben sendu.
Saat sudah sampai di depan kamarnya, Stella menoleh ke belakang sekali lagi untuk memastikan kakek Ben tidak mengikutinya. Nala begitu takut jika itu terjadi. Pasalnya, walau usia kakek Ben sudah terbilang senja, wajahnya masih saja terlihat sangar. Sangat berbeda dengan kebanyakan kakek-kakek di Indonesia.
Setelah bunyi klik dua kali, Stella bergegas masuk kemudian mengunci pintu kamarnya. Jantung Stella berdegup lebih cepat dari biasanya. "Mengapa aku takut? Padahal, kakek Ben hanya bertanya tentang alamat kostanku, benar atau tidak," monolog Stella merasa heran.
Dia memilih berjalan menuju mini kitchen untuk mengambil air putih. Setelah menemukan apa yang dicari, Stella langsung menenggak semua air yang sudah di pindah ke botol.
Disaat sedang tegang seperti itu, tiba-tiba sjaa ponselnya berdering hingga membuat Stella berjenggit kaget dan tanpa sadar sudah berteriak. "Astaga dragon!" pekik Stella sambil memegangi dadanya.
Stella mencari keberadaan ponselnya dan setelah melihat layar, ada foto Shaka yang terpampang disana. Stella menarik dan menghembuskan napasnya beberapa kali sebelum menerima panggilan video tersebut.
Setelah menggeser ikon hijau di bagian bawah, wajah Shaka langsung memenuhi layar ponsel. Stella tersenyum manis melihat Shaka yang seperti sedang berbaring di kasur yang kelihatannya sangat empuk.
"Hai, Pak! Kok telepon? Kenapa?"
"Tidak boleh ya?" tanya Shaka sedikit kecewa dengan reaksi Stella.
Stella menggeleng cepat lalu mendudukkan dirinya di Bean Bag. "Bukan begitu. Rasanya ... Aneh," gumam Stella kemudian terkikik geli.
Ter…
Dear, Pak Boss
Bab 37. Bukan durjana
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 53 Episodes
Comments