"Ngapain disini?" tanya Raya heran.
Hazel yang semula bersandar, menegakkan tubuh ketika Raya telah berada di hadapannya. "Mau traktir. Itung-itung terimakasih seminggu lalu," jawab Hazel singkat seperti biasa.
Raya jadi paham jika Hazel memang memiliki kepribadian yang dingin dan datar. Buktinya, ketika mengucapkan sebuah kalimat tidak pernah sekalipun Hazel tersenyum. Seperti, senyumnya sangat mahal.
Raya tersenyum tipis. Iming-iming traktir begitu menggiurkan untuk kantongnya. Tidak ada lagi rasa takut pada Hazel karena laki-laki itu memiliki tato di lengan yang membentuk ular, serta telinga dan bibir yang ditindik. Nyatanya, fisik itu tidak mencerminkan diri Hazel yang sebenarnya rapuh.
"Boleh. Mau dimana?" Senyum Raya semakin mengembang sempurna.
"Eh! Tapi gue bakal dianggap pamrih nggak sih?" tanya Raya yang senyumnya mendadak hilang.
Hazel menggeleng masih dengan wajah datarnya. "Ikut ke mobil gue," titahnya datar.
Raya hanya bisa memberengut kesal. Kenapa ada laki-laki sedingin itu sih? "Gue bawa motor. Kita Sendiri-sendiri aja. Sekalian untuk jaga-jaga barangkali lo mau melakukan tindak kriminal," ucap Raya yang seketika menyesali perkataannya sendiri.
Dia menunggu respon Hazel yang kini justru terdiam. Ditatap seperti itu, membuat nyali Raya menciut seketika. Padahal, Hazel hanya diam. Tetapi, aura sangar justru semakin terlihat jelas.
"Sorry. Gue cuma nggak bisa langsung percaya dengan orang baru." Pada akhirnya, Raya meminta maaf atas ucapannya.
"Lupakan. Lagian, wajar kalau lo bilang gitu. Secara, cover gue seperti ini," ucap Hazel terlihat nelangsa.
Raya seketika menggaruk tengkuknya sendiri. Rasa bersalah kini seperti sedang menyerangnya. "Jadi nggak nih?" tanya Raya untuk mengalihkan pembicaraan tentang fisik Hazel.
Hazel sekali lagi mengangguk dan Raya menghembuskan napasnya lega. "Gue ikutin mobil lo dari belakang."
...----------------...
Raya tidak percaya jika Hazel justru membawanya pada sebuah restoran Sunda yang letaknya berada di pinggir sawa…
Dear, Pak Boss
Pengumuman novel baru Pawang Badboy by ika oktafiana
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 53 Episodes
Comments