Puncak bambu hijau sekte awan melonjak sedikit berbeda beberapa hari ini. Beberapa pohon hijau telah kehilangan daun dengan batang dan cabang hangus, beberapa petak rumput hangus menampakkan tanah coklat kehitaman. Murid-murid sebisa mungkin berjalan memutar jika berjumpa dengan murid termuda tuan puncak kedua, enggan menjadi sasaran petir selanjutnya.
Hampir satu minggu lamanya, murid termuda tuan puncak kedua sedang dalam suasana hati yang buruk. Entah apa yang menjadi penyebab, kecuali yang bersangkutan tidak ada yang mengetahuinya.
"Ling er, tiga hari kemudian kamu telah di tugaskan untuk memandu bocah-bocah itu untuk mencari pengalaman kali ini." Cao Ping yang baru saja kembali dari pertemuan para tuan puncak berkata pada Hualing yang menyajikan teh.
"Emh." Hualing menjawab singkat lagi acuh.
Cao Ping melihat murid termuda yang dia ambil kemudian menghela napas berat.
"Tuan ini sungguh tidak mengerti, siapa yang telah menyinggung pelayan dewa perang?" Tanya Cao Ping sembari menyesap teh.
"Tentu dewaku, siapa lagi yang dapat melakukannya di alam fana ini?" Hualing menjawab dengan wajah tertekuk.
"Oh, bocah Yuan itu. Itu bagus, akan lebih baik jika kamu lebih marah lagi. Lebih jauh dari bocah itu lebih baik." Cao Ping berucap sembari menganggukan kepala.
"Guru, bagaimana kamu begitu tidak berperasaan!" balasan itu terlontar dengan penuh ketidakpuasan.
Cao Ping :"Belum tentu dia sungguh dewa perang Xue Yuan Qing, kamu hanya mengenali dari rupa dan intuisi semata."
Hualing :"Intuisiku selalu tepat!"
Cao Ping menggelengkan kepala, menyerah untuk menasehati Hualing. Sesungguhnya Cao Ping sungguh tidak percaya jika dewa perang akan terlahir kembali, mengingat dalam kisah sepuluh ribu tahun yang lalu bahwa sang dewa perang menggunakan seluruh energi abadinya untuk menyegel kaisar iblis.
Hualing :"Apakah itu murid-murid yang baru memasuki sekte?"
Cao Ping terdiam sejenak sebelum menyadari pembicaraan Hualing telah berubah, "ya."
"Bukankah terlalu cepat untuk mereka menc…
Terlahir Untuk Menghilang
Bab 12
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 76 Episodes
Comments