Langit biru, awan berarak. Angin berhembus lembut, membelai raga yang lelah. Jalan gunung itu terjal dengan tebing di kedua sisi. Tiga ribu anak tangga menyambut setelahnya, membuat raga-raga yang kelelahan meraung kesal. Setiap sepuluh tahun, tangga ini akan di lewati ratusan darah muda yang mencari keabadian. Beberapa berhasil melambung, beberapa menghempas bumi menyisakan tulang putih.
Sebuah perahu terbang melintasi kota, menuju gunung Mu Xing. Satu demi satu murid menuruni perahu ketika alat terbang masal itu telah berhenti, terparkir di atas tanah.
Beberapa memiliki raut kepuasan dan beberapa kelelahan. Beberapa memiliki kantung hitam di bawah mata, terlihat lesu dan beberapa nampak di penuhi semangat.
Hualing adalah salah satu dari kelompok murid yang merasa lesu ini. Banyak pikiran yang berputar di otaknya, kenyataan yang terpapar juga membebani pikiran. Belum lagi keberadaan fisik aslinya. Nampaknya, selama Lonceng pemecah takdir tidak berada di tangannya, Hualing tidak dapat merasa tenang.
"Ling'er! Mengapa begitu lesu?" Tepukan lembut di bahu dan suara menenangkan datang dari sampingnya. Hualing menoleh, Xie Shaosheng melihatnya dengan raut khawatir.
"Hanya sedang memikirkan beberapa hal," Saudara ketiga ini, jika dia tahu Identitasnya yang sesungguhnya, akan jadi seperti apa perasaannya? Apakah dia akan sedih?
'Tunggu! Aku membangkitkan ingatanku dengan bantuan pedang Yang Mulia, tidak menutup kemungkinan saudara ketiga juga akan mendapatkan ingatannya dalam pertemuan kebetulan.'
"Reruntuhan surga kesembilan memang luar biasa, tapi peluang bagus tidak akan menghampiri semua orang. Tidak perlu begitu kecewa!"
Hualing melihat pada Xie Shaosheng yang berdiri di sampingnya, pria muda itu mengenakan seragam sekte berwarna hijau. Model pakaiannya identik dengan yang dia kenakan, hanya saja dengan gaya yang lebih heroik. Melihat penampilan Xie Shaosheng dalam seragam sekte, Hualing mau tidak membandingkannya dengan saudara senior tertua atau saudara senior kee…
Terlahir Untuk Menghilang
Bab 54
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 76 Episodes
Comments