GLARRRR!
Guntur kembali menggelegar, petir ungu menyambar. Sesosok tubuh kokoh berpindah cepat, pedang panjang di angkat ke udara, menghalau petir kesengsaraan.
Jubah ungu berkibar, surai hitam tergerai menari di belakang punggung. Tampak agung!
Rasa karat terasa lebih pekat di lidah, merah cerah kembali tumpah. Hualing melirik tangannya yang berubah transparan, seolah akan menghilangkan di detik selanjutnya. Meski Sang Dewa telah memblokir petir, tapi paksaan itu tetap mempengaruhinya. Melemahkan nya terus dan terus.
"Kamu bisa beristirahat, biarkan tuannya menghalau untukmu."
Kalimat itu di katakan dengan tidak tergesa-gesa dan keyakinan yang tak terbantahkan. Sang Dewa menjentikkan pedangnya, posturnya lurus bagai pohon kuno yang telah diterpa angin dan hujan selama ribuan tahun. Tidak tergoyahkan!
Guntur bergemuruh, petir kesengsaraan ungu menyambar bertubi. Lagi dan lagi paksaan petir kesengsaraan menekan tubuhnya. Meski sekujur tubuh terasa menyakitkan, tapi Hualing enggan menutup mata.
Bayangan kabur sang Dewa agung terpantul di bola matanya yang kusam. Akhirnya dia tahu dari mana pemujaannya yang mutlak pada sang Dewa ini berasal. Itu harus dari peristiwa ini, saat sang Dewa memblokir lima belas petir kesengsaraan. Menghalau petir kesembilan puluh sembilan yang memiliki daya rusak sepuluh kali lipat dari petir kesengsaraan sebelumnya.
Untuk sesaat, cahaya ungu terang menyinari ruang penempaan yang telah kehilangan atap. Menampilkan sosok heroik yang memegang pedang tanpa goyah. Kilatan petir ungu terpecah, satu menghanguskan ujung jubah ungu, satu melukai lengan dan pecahan lain menyebar di ruangan yang porak-poranda.
Dengan mata setengah terpejam Hualing melihat awan hitam yang menggantung kini menyebar. Secercah sinar matahari menyinari lonceng giok, seolah lonceng kecil itu memiliki lingkaran suci.
Tangan berjari ramping dan panjang meraih lonceng kecil itu, menggenggamnya longgar sebelum mengambil satu lagi yang terbaring di dasar tungku.
"Lonceng kecil…
Terlahir Untuk Menghilang
Bab 51
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 76 Episodes
Comments