Gurunya benar.
"Ah Qing," diantara keterkejutan Hualing memanggil dengan lirih.
"Saudari senior," Yuan Qing menjawab dengan acuh, seolah identitas rahasianya bukanlah rahasia sama sekali.
Hualing menutup mata, kepalanya tiba-tiba terasa sangat menyakitkan. Dengan kedua tangan dia mencengkeram kepala, bersimpuh tanpa pertahanan.
Yuan Qing tertegun sejenak dengan reaksi Hualing, tidak tahu mengapa saudari seniornya tiba-tiba tampak kesakitan. Dia sedikit lengah, pembudidaya iblis yang hampir dia taklukan melepaskan diri.
Mencoba mengenyahkan rasa khawatir pada Hualing, Yuan Qing mengejar pembudidaya iblis itu. Dia tidak akan melepaskan seseorang yang telah mengetahui identitasnya.
Sama sekali lupa jika Hualing telah melihat identitasnya juga, tapi dia lepaskan.
Hualing membuka mata, di depannya adalah tanah lapang bernoda merah dengan pohon berdaun hitam. Seorang pria berpakaian ungu berdiri dengan pedang bernoda darah di genggaman. Rambut hitam pria itu tergerai, menari di permainan angin dingin. Sebuah loceng giok kecil menggantung di salah satu pinggang, berdiam tanpa suara dentingan meski si empunya bergerak.
Wajah pria itu tanpa ekspresi, seolah tubuh-tubuh pecah yang tergeletak berserakan dan aroma anyir darah sama sekali tidak mengganggunya.
"Yang Mulia!" Hualing mengenali pria itu dengan sangat baik, itu adalah dewa perang Xue Yuan Qing!
Pria itu terdiam, terpaku pada tempatnya sejenak kemudian beranjak pergi. Melewati Hualing yang masih berusaha memanggilnya.
Ruang bergerak, waktu berganti. Hualing kini berdiri di ruangan yang dia ingat dengan benar. Ini adalah ruang resepsi istana dewa perang, disinilah dewanya biasa menerima tamu.
Dewanya duduk di kursi utama, sementara dia berdiri di tengah aula. Seorang pria berpakaian kuning dengan campuran putih duduk di kursi tamu, itu adalah dewa bintang. Dewa yang mengatur takdir manusia fana.
Hualing berjalan mendekat, berdiri dengan patuh di samping Xue Yuan Qing. Seperti dalam ingatannya.
"Xue Yuan Qing, apakah ka…
Terlahir Untuk Menghilang
Bab 13
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 76 Episodes
Comments