Rasa sakit yang tumpul serasa menusuk otak, Xie Shaosheng mengerang rendah. Kedua mata terpejam erat, bulu matanya bergetar lembut sementara satu tangan bertumpu pada lukisan. Mencengkeramnya erat hingga kusut.
Seperti di pukul benda keras berulangkali, rasa sakit itu tidak mereda. Tubuhnya terasa lemah, merosot jatuh sementara tangan masih mencengkeram erat lukisan.
Ruang gelap yang terasa panas, suara gelegar guntur, petir ungu meliuk bagai ular raksasa di langit kelabu, dentuman demi dentuman bersahut, rasa sakit yang merasuk ke dalam tulang. Gambar acak berkelebat di benaknya, dengan tidak satupun dia ketahui. Xie Shaosheng terengah, napasnya memburu. Air mata menggantung di bulu mata, seperti sayap kupu-kupu yang terkena embun pagi.
Xie Shaosheng mendekap dirinya sendiri dan dia menyadari jika dia gemetar, entah karena gambaran di dalam benaknya atau rasa sakit menggigit tulang itu. Rasa sakit ini begitu nyata, tapi tidak seinci pun kulitnya pecah. Rasa sakit itu seperti telah merasuk ke dalam jiwa, seperti trauma yang tersimpan jauh di dasar pikiran, menunggu semua pecah dalam ledakan.
Sebagai seorang pembudidaya, membersihkan diri cukup dengan mantra pembersihan sederhana. Tidak perlu mengambil air satu demi satu ember, tidak perlu menyiapkan kayu bakar demi membuat api, tidak perlu menunggu air memanas. Sangat praktis dan tidak membuang waktu. Namun, kali ini tidak demikian. Hualing yang selalu menggunakan mantra pembersihan, kali ini mengeluarkan bak mandi kayu dari cincin penyimpanannya. Mengisi air dengan mantra, memanaskan dengan energi spiritual dan menaburkan kelopak mawar merah.
Helai kain meluncur, menyisakan pakaian tipis berwarna putih yang segera menjadi transparan ketika dia memasuki air. Helai-helai merah mengambang di permukaan, menutupi hal-hal yang seharusnya tertutup.
Dia menyandarkan diri pada tepi kayu, memejamkan mata dengan wajah lelah. Ujung rambut panjangnya mengambang di permukaan air, meliuk bagai ular hitam.
"Ling'er terlihat gusar…
Terlahir Untuk Menghilang
Bab 56
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 76 Episodes
Comments