Bab. 14. Sidang Pertama

Semua mata tertuju kepada Mella, mereka seolah mencibir Mella. Alangkah bodohnya pertanyaan yang diajukan oleh Mella.

"Silahkan tanyakan saja apa yang ingin kau tanyakan." jawab pria tersebut.

"Apakah hanya dengan ditemukannya bom ditubuh ayah saya terbukti beliau bersalah ?. Apakah dengan beliau mengatakan bahwa beliau sedang berjihad adalah sebuah kesalahan ?." tanya Mella.

"Anda lucu sekali nona. Sudah jelas orang yang hendak melakukan bom bunuh diri bersalah meskipun alasannya adalah jihad." ucap pria itu dan diikuti oleh gelak tawa dari seluruh penghuni ruang sidang.

"Apakah terbukti bahwa ayah saya ingin melakukan bom bunuh diri ?. Jika ia mengapa ia tidak mendatangi dan bergabung dengan kerumunan jemaat dan malah mendekat ke arah polisi ?." tanya Mella.

"Itu hanya ayah anda yang tau jawabnya, mungkin itu adalah strategi beliau." jawab pria itu yang berperan sebagai pembela Jendral Pranoto.

"Jawabannya karena ayah saya sedang berjuang, berjihad demi sebuah kedamaian. Jika memang beliau ingin melakukan bom bunuh diri, dengan mudah beliau meledakkan diri ditengah kerumunan jemaat."

"Anda bisa melihat hal tersebut dari rekaman cctv yang ada didalam Gereja dan sekitarnya. Alangkah mudahnya ayah saya masuk dan bergabung dengan jemaat yang lainnya."

"Beliau bisa masuk tanpa pemeriksaan apapun, bahkan dengan menunjukkan adanya bom dibalik jubahnya."

"Bukankah terlihat jelas dalam rekaman cctv bahwa ada seorang oknum yang malah merapikan jubah ayah saya ?." ucap Mella dengan sangat tenang.

Hening suasana dalam ruang sidang tersebut. Hadirin mulai kasak kusuk dengan argumen dan pemikirannya.

"Jika anda tidak percaya, mari kita lihat video rekaman cctv yang didalam dan sekitarnya." ucap Mella kemudian menyerahkannya kepada yang berwenang.

Tak lama video tersebut diputar, dan terlihat bahwa Pak Harun turun dari sebuah mobil dengan menggunakan sebuah plat yang hanya dimiliki oleh seorang pejabat.

Pak Harun kemudian berjalan memasuki area Gereja, bahkan saat beliau menyiba…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Zaqian Laili

Zaqian Laili

Bagus, harusnya semua hakim seperti ini biar cepat kelar urusan

2023-04-15

0

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1. Hukuman
2 Bab. 2. Air mata Mella
3 Bab. 3. Lampu Ajaib
4 Bab. 4. Harapan
5 Bab. 5. Orang Gila
6 Bab. 6. Rumah baru
7 Bab. 7. Di Sekolah
8 Bab. 8. Taman yang indah
9 Bab. 9. Mimpi
10 Bab. 10. Laboratorium
11 Bab. 11. Benih cinta
12 Bab. 12. Merajut cinta
13 Bab. 13. Ruang Sidang
14 Bab. 14. Sidang Pertama
15 Bab. 15. Tamu tak diundang
16 Bab. 16. Kelakuan sang Jendral
17 Bab. 17. Hantu
18 Bab. 18. Mimpi buruk
19 Bab. 19. Rapat
20 Bab. 20. Keraguan
21 Bab. 21. Foto keluarga
22 Bab. 22. I love you
23 Bab. 23. Pak Harun
24 Bab. 24. Kronologi kejadian
25 Bab. 25. Pak Harun tidak bersalah
26 Bab. 26. Lomba
27 Bab. 27. Ingin yang lebih
28 Bab. 28. Ingin punya keluarga
29 Bab. 29. Seorang penolong
30 Bab. 30. Ingin bekerja
31 Bab. 31. Kepergian Nelly
32 Bab. 32. Balas Dendam
33 Bab. 33. Sebuah gudang
34 Bab. 34. Ganti Rugi
35 Bab. 35. Perintah Jendral Pranoto
36 Bab. 36. Live streaming
37 Bab. 37. Pengakuan Melly
38 Bab. 38. Peringatan
39 Bab. 39. Kebakaran
40 Bab. 40. Ingin Pindah
41 Bab. 41. Ingin Pindah (2)
42 Bab. 42. Apartemen baru
43 Bab. 43. Tak ingin berpisah
44 Bab. 44 Sekolah Baru
45 Bab. 45. Sertifikat
46 Bab. 46. Teman Baru
47 Bab. 47. Permintaan terakhir
48 Bab 48. Bertemu ibu Della
49 Bab. 49. Wanita luar biasa
50 Bab. 50. Rindu dibawah senja
51 Bab. 51. Gladi resik
52 Bab. 52. Menunggu Bus
53 Bab. 53. Jun telah kembali
54 Bab. 54. Resepsi
55 Bab. 55. Sah
56 Bab. 56. Akhir yang bahagia
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Bab. 1. Hukuman
2
Bab. 2. Air mata Mella
3
Bab. 3. Lampu Ajaib
4
Bab. 4. Harapan
5
Bab. 5. Orang Gila
6
Bab. 6. Rumah baru
7
Bab. 7. Di Sekolah
8
Bab. 8. Taman yang indah
9
Bab. 9. Mimpi
10
Bab. 10. Laboratorium
11
Bab. 11. Benih cinta
12
Bab. 12. Merajut cinta
13
Bab. 13. Ruang Sidang
14
Bab. 14. Sidang Pertama
15
Bab. 15. Tamu tak diundang
16
Bab. 16. Kelakuan sang Jendral
17
Bab. 17. Hantu
18
Bab. 18. Mimpi buruk
19
Bab. 19. Rapat
20
Bab. 20. Keraguan
21
Bab. 21. Foto keluarga
22
Bab. 22. I love you
23
Bab. 23. Pak Harun
24
Bab. 24. Kronologi kejadian
25
Bab. 25. Pak Harun tidak bersalah
26
Bab. 26. Lomba
27
Bab. 27. Ingin yang lebih
28
Bab. 28. Ingin punya keluarga
29
Bab. 29. Seorang penolong
30
Bab. 30. Ingin bekerja
31
Bab. 31. Kepergian Nelly
32
Bab. 32. Balas Dendam
33
Bab. 33. Sebuah gudang
34
Bab. 34. Ganti Rugi
35
Bab. 35. Perintah Jendral Pranoto
36
Bab. 36. Live streaming
37
Bab. 37. Pengakuan Melly
38
Bab. 38. Peringatan
39
Bab. 39. Kebakaran
40
Bab. 40. Ingin Pindah
41
Bab. 41. Ingin Pindah (2)
42
Bab. 42. Apartemen baru
43
Bab. 43. Tak ingin berpisah
44
Bab. 44 Sekolah Baru
45
Bab. 45. Sertifikat
46
Bab. 46. Teman Baru
47
Bab. 47. Permintaan terakhir
48
Bab 48. Bertemu ibu Della
49
Bab. 49. Wanita luar biasa
50
Bab. 50. Rindu dibawah senja
51
Bab. 51. Gladi resik
52
Bab. 52. Menunggu Bus
53
Bab. 53. Jun telah kembali
54
Bab. 54. Resepsi
55
Bab. 55. Sah
56
Bab. 56. Akhir yang bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!