Saat pagi menjelang Gani dan juga ibunya bersiap-siap untuk kembali ke rumahnya yang dulu. Mereka tidak ingin merepotkan Mella terlalu lama.
Setelah selesai membantu Mella mereka segera berpamitan. Karena mereka juga harus membereskan rumah mereka yang lama tidak terurus.
"Nak Mella kami permisi ingin kembali ke rumah kami. Terimakasih atas semua bantuannya selama ini." ucap ibu Gani.
"Iya, berhati-hatilah jika ada sesuatu jangan sungkan untuk menyampaikan kepada Mella. Anggaplah Mella sebagai bagian dari kalian." ucap Mella sambil tersenyum.
"Kak Mella terimakasih karena kakak mau menampung Gani selama ini. Jika bukan karena kakak mungkin Gani sudah mati kelaparan." ucap Gani sambil memeluk Mella.
"Gani jangan nakal ya, patuhilah perintah ibumu. Jadilah anak yang berbakti dan lindungilah ibumu." ucap Mella.
Gani mengangguk kemudian mereka saling berpelukan sebelum berpisah. Kemudian Mella mengantarkan mereka sebelum pergi ke sekolah.
Sepanjang perjalanan Mella teringat bahwa jalanan yang mereka lalui adalah jalanan yang biasanya Mella lalui saat mengirimkan bekal makanan untuk sang ayah.
Tak terasa air mata Mella menetes kembali. Seandainya ayahnya masih ada mungkin kerinduan ini bisa terobati, namun semuanya tidak seindah yang Mella pikirkan.
Perlahan Jun menghapus air mata itu. Dan mencoba menguatkan hati Mella. Kini Mella harus bisa merelakan semuanya. Dan mendoakan sang ayah dan juga keluarganya yang lain agar bisa beristirahat dengan tenang di alam sana.
"Kak Mella itu rumah paman Dul." ucap Gani memecahkan lamunan Mella.
"Benarkah ?." tanya Mella sambil melihat kearah yang ditunjuk oleh Gani.
"Iya nak, itu adalah rumah Dul. Orang kepercayaan Jendral Pranoto. Tapi jangan khawatir sebentar lagi masyarakat akan segera memberikan hukuman untuknya atas kejahatan yang ia lakukan selama ini." ucap ibu Gani dengan penuh keyakinan.
Tak lama beberapa orang keluar dari rumah tersebut. Mella menghentikan mobilnya, ia penasaran apa yang terjadi sehingga mereka terlihat sa…
Air Mata Mella
Bab. 38. Peringatan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 56 Episodes
Comments