Jun tak kuasa menahan kesedihannya, ia ikut menangis dan memeluk erat tubuh Mella. Ia tak bisa membayangkan betapa sakitnya hati Mella.
Kekerasan, pelecehan yang keluarganya alami bahkan hukuman dan kematian, mereka terima padahal mereka tidak bersalah.
Dengan sangat kejam sang Jendral melakukan semuanya. Bahkan tertawa diatas penderitaan keluarga lemah itu.
"Untuk kalian semua yang hadir di ruang sidang ini. Saya tidak meminta apapun dari kalian semua. Saya hanya meminta sebuah keadilan untuk ayah, ibu dan juga kakak saya."
"Meskipun saya tau meskipun kalian mencabut dan mengklarifikasi bahwa ayah saya bukanlah seorang *******, semua itu tidak akan bisa mengembalikan mereka semua hidup kembali."
"Meskipun saya tau, bahwa keadilan yang akan ketua Hakim berikan bukanlah keadilan yang seadil-adilnya. Tapi saya mohon ucapkan kepada seluruh dunia."
"Bahwa ayah saya bukanlah seorang *******. Akui dei depan seluruh dunia bahwa kalian telah salah menentukan keputusan."
"Dan katakan kepada seluruh dunia, bahwa Pranoto yang saat ini perangkat Jendral berserta anak buahnya adalah ******* yang sesungguhnya." ucap Mella dengan penuh tekanan.
Seluruh hadirin mulai berbicara dengan argumen mereka masing-masing. Suasana yang tadinya hening kini berubah dengan argumen mereka.
Semuanya tidak pernah menyangka betapa tragisnya nasib yang menimpa keluarga pak Harun, dan yang lebih parah lagi mereka ikut menghujat dan membenci keluarga yang tidak bersalah itu.
Mereka menyesal dengan semua itu. Namun apa yang kini bisa mereka lakukan ?. Tiba-tiba ada salah satu hadirin yang maju dan langsung menampar wajah Jendral Pranoto.
"Dasar kau bajingan !. Seandainya aku tau kenyataan ini, sejak dulu aku akan melaporkan mu ke Polisi." ucap seorang wanita dengan perban dan selang infus ditangannya.
Wanita itu seperti orang yang kesurupan, ia berteriak dan menghajar Jendral Pranoto dengan segala cara. Polisi segera mengamankan wanita yang baru saja melarikan diri dari rumah sakit itu.
Ia di paksa unt…
Air Mata Mella
Bab. 25. Pak Harun tidak bersalah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 56 Episodes
Comments
Muhammad Zaqian
meskipun tidak bersalah tetapi harus menerima nasib yang sungguh sangat tidak wajar
2023-05-18
0
Zaqian Laili
Lanjut dong Thor up yang banyak, aku penasaran dengan kelanjutan ceritanya
2023-04-15
0
Zaqian Laili
Betul sekali
2023-04-15
0