"Seperti apa kriteria lelaki idamanmu?" tanya Raefal.
Mendengar pertanyaan yang Raefal ajukan tadi, sontak membuat Tiara membelalakkan matanya. Untuk apa Raefal bertanya seperti itu?
"Kenapa bertanya itu?" tanya Tiara.
"Aku-- hanya ingin tau."
"Maka jawabannya, aku pun tidak tau!" Setelah mengatakan itu, Tiara malah cengengesan. Tidak lama, seorang waiters pun membawa pesanan makanan mereka dan membuat obrolan diantara mereka terhenti.
•••
Setelah mereka menghabiskan makan malam mereka, mereka pun memutuskan untuk pulang saja. Karena waktu sudah menunjukkan jam 9 malam.
Raefal membukakan pintu mobil untuk Tiara. "Silahkan, Tuan putri!" ucap Raefal sambil tersenyum.
Tiara menutup mulutnya. "Hihihi."
"Terima kasih, Pangeran!"
Raefal yang dipanggil pangeran pun seketika merasa gugup, namun tak dapat dipungkiri hatinya merasa senang.
Setelah memastikan bahwa Tiara sudah duduk dengan nyaman, Raefal langsung mengitari mobilnya dan masuk ke tempat duduk kemudi.
Di dalam mobil, tidak ada yang berbicara. Mereka masing-masing menikmati perjalanan dengan terdiam.
Tiara yang melihat pemandangan luar dari dalam mobil sedangkan Raefal yang fokus menyetir, dia sebenarnya sedikit was-was, karena kecelakaan yang menimpa Tiara. Jadi, dia memutuskan untuk tetap fokus menghadap ke depan.
Namun, beda dengan pikirannya saat ini. Pikirannya sedang berkecamuk tentang kriteria lelaki idaman.
Kriteria lelaki idaman siapa? Tentunya, Tiara. Karena saat makan malam tadi, Tiara tidak menjawab sesuai yang diinginkan oleh Raefal.
Bukannya tidak menjawab, namun dia tidak tau. Jadinya itulah yang membuat pikiran Raefal membuncah.
Karena, tak kuat dengan rasa penasaran yang makin makin. Akhirnya, Raefal memutuskan untuk kembali bertanya kepada Tiara.
Entah apa yang dia ingin dengar, tapi dia begitu penasaran. Mungkinkah dia memiliki rasa yang lain pada teman yang baru menjadi sahabatnya itu sampai-sampai ingin tau kriteria lelaki?
Raefal melirik ke arah Tiara, lalu kembali fokus ke depan. "Tiara!"
Da…
Kenangan Tiara
First Kiss
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 75 Episodes
Comments