Ryder duduk di kursi miliknya yang berada di ruangan pemilik kafe. Dia menyandarkan badannya sejenak ke kursi. Merilekskan otot-otot pada tubuhnya yang memang sedikit pegal. Sepersekian detik, dia pejamkan matanya. Rasa kantuk belum sepenuhnya hilang, tetapi dia berusaha untuk menghilangkan kantuk tersebut.
Setelah merasa sudah cukup rileks. Badannya yang tadi terasa pegal kini sudah menjadi lebih baik dan rileks. Rasa kantuk pun sudah tidak ia rasakan.
Matanya melirik ke atas meja miliknya. Terdapat beberapa tumpukan berkas-berkas. Dia sudah mengetahuinya berkas apa itu, karena melihat salah satu berkas yang bertuliskan "Surat Lamaran Kerja".
Ryder menggeser berkas-berkas yang merupakan surat lamaran kerja itu tepat ke hadapannya.
Dia mengambil satu per satu surat lamaran itu dan mulai membacanya. Ingin memilih siapa saja calon pekerja yang akan lolos untuk mengikuti sesi wawancara.
Di pertengahan, tiba-tiba dia terdiam. Matanya terpaku pada kertas itu. Dia memejamkan matanya, lalu kembali menatap kertas itu.
"Kenapa dia juga ikut melamar kerja disini?" Gumam Ryder, lalu mengganti kertas yang tadi membuatnya terpaku menjadi kertas selanjutnya milik pelamar kerja lain.
•••
Tiara menghentikan mobilnya di depan sebuah kafe. Kafe yang terbilang cukup besar dan sangat ramai oleh pengunjung. Di depan kafe tertulis plang nama kafe tersebut. Rider Cafe.
Hari ini, dia berangkat sendirian selepas dari kantor. Tidak ditemani oleh Lucas. Lucas meminta izin padanya untuk pulang lebih awal, karena adiknya tiba-tiba mengabari kalau dirinya tidak enak badan. Wajah khawatir memenuhi wajah Lucas, bagaimana tidak secara ia tidak memiliki anggota keluarga yang lain ia kecuali adiknya. Oleh karena itu, Tiara mengizinkannya.
Sebenarnya Tiara belum pulang dari kantor. Hanya untuk makan siang kali ini, dia ingin keluar untuk makan siang di luar kantor. Dia bisa saja menyuruh seseorang untuk membelikan makan siang untuknya, namun tidak ia lakukan. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui.…
Kenangan Tiara
Bab 46
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 75 Episodes
Comments