"Sekarang apa lu mau mengakui kalau lu dalang semua ini?" Tanya Raefal dengan sebelah isinya yang dinaikkan.
Darrel yang sudah merasa kalut dan terbalut dengan emosi yang tinggi pun dia langsung mengakuinya kalau semua masalah yang terjadi adalah ulahnya.
"IYA. GUE YANG UDAH LAKUINNYA!" Teriak Darrel.
Raefal tersenyum smirk. "Oke!"
Klik.
Ternyata, Raefal menghidupkan sebuah perekam suara sebagai salah satu bukti yang akan diserahkan kepada pihak polisi.
Tidak lama, terdengar suara sirine mobil polisi. terdengar jelas di telinga Darrel, awalnya ia merasa kaget namun rasa kaget itu berubah jadi pasrah, karena ia sudah tidak berdaya lagi untuk melakukan pergerakan atau perlawanan.
Akhirnya, beberapa polisi pun masuk ke dalam gudang bekas itu dan langsung menyeret Darrel untuk ikut bersama. Bagusnya, Darrel tidak melawan kepada pihak polisi, dia sudah sangat pasrah sekarang.
"Terimakasih, Pak." Ucap Tiara dan Raefal. Sembari tersenyum mereka bersalaman dengan pemimpin polisi yang datang.
"Iya sudah tugas kami. Dan untuk bukti-bukti atas kejahatan yang dilakukan oleh Tuan Darrel juga sudah diserahkan pada kami oleh Bapak Bagas!" Jelas polisi tersebut.
Raefal mengangguk. "Iya, terimakasih. Sama satu hal lagi, ini adalah bukti rekam suara, siapa tau berguna. Takut jika Darrel mengelak saat persidangan. Ini adalah rekaman suaranya yang mengakui kalau dialah pelakunya." Raefal memberikan perekam suara itu kepada polisi dan diterima dengan baik oleh polisi tersebut.
Setelah urusan penangkapan Darrel sudah selesai, para polisi pun pergi dari area gudang itu.
Tiara menghadap ke arah Raefal. Tiba-tiba, tanpa seizinnya air matanya lolos begitu saja dari matanya.
"Kenapa menangis?" Tanya Raefal khawatir.
"Tidak apa-apa. Ini tangis bahagia, karena penjahat yang sudah membuatmu dalam masalah ditangkap oleh polisi," jawab Tiara, tangannya mengusap air mata yang jatuh.
Raefal juga membantu Tiara mengusap air mata tersebut. lalu, membelai kedua pipi kekasihnya dengan lembut.
"Terimakas…
Kenangan Tiara
Bab 67. Dipenjara
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 75 Episodes
Comments