Keesokan harinya, tepat jam 2 siang hari, semua anggota keluarga Celeste berkumpul di ruang keluarga.
Hening sekali. Tidak ada seorangpun yang berani dan mau bicara. Terlihat ada gurat cemas, marah, dan penasaran di wajah Arsen, Haira, dan Davira. Berbeda dengan Ryder, dia merasa jantungnya berdebar kencang. Berbeda juga dengan Raefal yang hanya terlihat santai.
"Tuan! Nyonya! Ada tamu di depan," ujar salah satu Mbok yang membantu di rumah.
"Siapa, Mbok? Laki-laki atau perempuan?" Tanya Haira.
"Perempuan, Bu. Cantik anaknya."
****
Masih di dalam rumah Celeste, namun bedanya mereka semua sudah berganti tempat ke ruang tamu. Arsen setia duduk menemani Haira di sampingnya, samping sebelah kiri Haira, Davira anak bungsunya ikut menemani.
Di sofa yang beda, Ryder dan Raefal duduk bersama. Di sofa satunya lagi baru Monica duduk dengan tenangnya ditambah senyuman yang terlukis di wajahnya dari awal dia masuk.
Ini aku, Rose. Ryder. Janji itu masih berlaku, kan?
"Permisi, Monica!" Ujar Arsen dengan tegas. Monica yang sedang melihat ke arah Ryder langsung menoleh ke arahnya.
Arsen yang tadi melihat Monica melihat ke arah sofa yang diduduki Ryder dan Raefal merasa bingung dia memperhatikan Ryder atau memperhatikan Raefal, pikirnya.
"Iya, Om?" Balasnya santun. Monica memang anak gadis yang cantik dan imut. Dia sangat murah senyum, dan senyumnya juga manis.
"Ada yang kami ingin tanyakan dan bicarakan, kami ingin kamu bicara deng---" belum selesai Arsen bicara, Haira langsung memotongnya, dia benar-benar tidak sabaran.
"Apa benar kamu hamil anak dari Ryder, kamu tidak bohong kan? Jangan-jangan anak itu bukanlah cucuku, kamu harus memastikannya terlebih dahulu!" Haira dengan lantangnya langsung berkata seperti itu pada Monic. Tatapan tajam juga tak luput lepas dari wajahnya.
Monica yang ditatap seperti itu sedikit merasa terintimidasi. Dia merasa takut untuk menjawab atau membalas perkataan Haira melihat tatapan Haira yang begitu tajam.
"Mah! Jangan begitu! Kamu buat dia takut." T…
Kenangan Tiara
Bertemu Kembali
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 75 Episodes
Comments