**
~Why him?~
Kelas Some yang saat ini sedang senyap karena kedatangan Buk Najwa dengan penggaris dan buku penuh materi. Untungnya semua siswa sudah duduk rapih di meja masing - masing, jadi sikap killer dari guru tersebut tidak ditunjukan secara full. Guru tersebut berhenti di tengah kelas sambil melihat siswa - siswi nya dengan tatapan penuh perhatian. Ia adalah wali kelas IX IPA 2, juga orang yang suka sekali memerhatikan siswa dan siswinya yang berpenampilan rapih seperti semua murid di kelas ini. Hanya saja bukan malah tambah nilai malah tugasnya makin nambah.
"Halo selamat pagi anak - anak," sapa buk Najwa dengan senyum ceria di wajahnya. Yang langsung di balas oleh semua murid dengan ceria.
"Pagi buk," jawab mereka serentak.
"Jadi kalian hadir semua di kelas saya?" tanya Buk Najwa melihat ke arah Aldo yang fokus ke depan karena sikap tegaknya tidak boleh di ganggu. Dia harus menunjukan sikap ketua kelas yang disiplin.
"Hadir buk," jawab Aldo sendirian. Padahal yang di tanya semua muridnya, tapi mereka seolah menakuti aura buk Najwa yang terkesan killer.
"Saya tidak bertanya pada pemimpin kelas ini, tapi bertanya pada penghuni kelas ini," bentak Buk Najwa dengan tajam ia menggerakkan giginya karena kesal. Sontak membuat Aldo terkaget dengan sikap killer guru itu, dia juga tidak mau disalahkan seperti ini. Karena sikap buk Najwa yang mendominasi.
"Iya buk, tapi setahu saya bangku di sebelah Setyo kosong buk, jadi Hadi nggak masuk," ucap Some dengan pelan. Ia menundukkan kepalanya karena malu, biasnya dirinya tidak seberani ini sampai mewakili Amirah berbicara.
"Apa ada lagi yang nggak masuk, saya pikir kelas IPA adalah kelas yang absensinya centang semua," kata buk Najwa sambil membuka buku absensi dan catatan siswanya. Memang setiap ia masuk kelas ada saja yang nggak masuk kelasnya, kadang itu menjadi alasan ia bersikap kepada muridnya.
"Maaf buk, akan kami usahakan untuk selalu rajin," kata Aldo mewakili permintaan maaf semuanya. Padahal mereka sama s…
Something Between Us
Between 06
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 40 Episodes
Comments