Di Sekolah -- ketemu Linier
**
"Eh kak kak," ujar Ranu melihat kakaknya yang baru saja keluar dari dapur, sambil membawa segelas air putih. Kelakuan kakaknya tiap hari, membawa segelas air ke kamar, bukan satu kali. Dan menurut adiknya itu kelakuan aneh banget, karena kakaknya itu suka minum teh dingin, air es, bahkan jus di depan komplek.
"Ada apa sih Ranu?" kesal Some sambil mundur beberapa langkah karena sebal dan berharap kalau Ranu nggak nanya apa - apa lagi. Dia sampai menampilkan ekspresi bete, melihat adiknya yang baru aja turun dari tangga itu.
"Abis ngapain loe?" tanya Ranu kepo sambil melangkahkan kaki ke kakaknya. Dilihatnya cewek itu berjalan seolah nggak peduli akan kehadirannya.
"Abis ke kamar mandi dapur," jawab Some asal yang membuat Ranu menggaruk rambutnya. Ia tahu kalau kakaknya niat becanda tapi ia juga heran emang bener kakaknya dari kamar mandi.
"Masa sih, emang kamar mandi di kamar sama di lantai atas nggak ada air?" tanya Ranu kepo sambil melihat pintu kamar mandi itu yang terbuka.
"Aduh Ranu gue nggak serius, lagian orang kakak loe cuma mau minum," ucap Some sambil menunjuk gelas airnya yang masih penuh. Karena Some sendiri nggak mau meneguknya, tapi obat itu kadang pahit banget.
"Bagus sekarang udah mulai sehat, gue juga mau ambil air," ujar Ranu sambil menunjuk dispenser yang meneteskan sisa - sisa air ketika Some mengunakannya.
"Bukannya kakak loe suka minum Ran, kalau gue lagi haus atau lagi kekeringan karena kena Ac," ucap Some membela diri dan mengingat - ngingat seenggaknya nggak bikin adiknya curiga kalau kakaknya ada apa - apa.
Ranu berpikir sejenak. "Emang iya, sering banget kita tabrakan di dapur buat ngambil air," ucap Ranu membuahkan hasil. Tapi kemudian ia menggelengkan kepalanya tidak peduli, gakpapa sering aneh juga karena tinggal serumah pikirnya.
"Ya itu," ucap Some bersiap pergi sambil mengendap supaya air minumnya tidak tumpah. Ia juga mau menyediakan air agar nanti sore nggak ke dapur lagi.
"Eh bentar kak, malem mau din…
Something Between Us
Between 18
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 40 Episodes
Comments