Penyembuhan Perdana
**
Seperti yang sudah direncanakan papa pagi tadi, Some harus ikut ke acara pra tunangan yang sebenarnya membuat Some bete juga. Jadi dia dengan segenap ragu melangkahkan kakinya lesu meninggalkan kelas, yang sebenarnya sudah bubar dari tiga menit lalu. Teman - temannya yang biasnya cerewet, tak lagi mereka terlalu menghawatirkan Some. Sempat mengajak Some makan di resto terdekat, hanya saja untuk berjalan ke parkiran saja dirinya sudah lelah. Jadi mereka membatalkan acara tersebut.
Notifikasi hp Some berbunyi, SMS bertubi dari papa.
Papa : Some udah bubarkan sayang, papa udah SMS kamu dari sejam yang lalu.
Some : Ya masa sih pa Some jawab.
Papa : Sekarang udah kelar kan, maaf pak Supratman nggak bisa jemput habisnya lagi nyiapin di rumah.
Some : Udah dan masa Some harus naik ojek?
Papa : Tenang aja papa udah minta Ranu jemput kamu dari dua puluh menit lalu, buruan nanti ia kabur.
Some : Ya Allah pa masa nggak bilang dari tadi.
Some dengan sedikit berlari kecil mencepatkan langkahnya supaya sampai parkiran lebih awal. Dan dia baru melihat mobil sang adik, baru datang. Some memutar matanya heran, lalu masuk ke dalam mobil.
"Katanya udah dua puluh menit," ujar Some menatap Ranu penuh selidik. Sedangkan pria itu mengalihkan pandangan. Udah paham dia kalau kakaknya lelet, makannya sempat nengok pacarnya tadi.
"Iya tapi kan kakak itu gadis nomer dua aku," jawab Ranu pasti paham kalau kakaknya mengerti. Some mencubit pinggang Ranu yang mengaduh, selalu saja merasa dewasa padahal baru anak SMP.
"Ketemu dulu sama pacar ya, gimana dia mau nemeni kakak?" tanya Some penasaran. Benar dia sempat meminta Ranu agar pacarnya menemani dia di acara ini.
"Ogah, mana urusan keluarga kita lagi. Tenang aja semua bakalan terfokus pada kakak," ujar Ranu menenangkan lalu Some melipat tangannya di dada. Semua memang memalukan, karena terfokus pada dirinya.
Mobil mereka akhirnya meninggalkan sekolah. Setelah sampai pekarangan rumah, nona Some segera diajak mas…
Something Between Us
Between 34
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 40 Episodes
Comments