**
What's Daniel and map?
**
Masih dalam keheningan yang sama, Some berharap hari ini hanyalah mimpinya. Ia tidak sanggup untuk mengingat apa yang akan ia hadapi nanti. Bahkan air matanya pun menetes ketika panas menjalar ke dalam hatinya. Dan jujur sakit dalam tubuhnya masih terasa, ia mencari pegangan untuk menahan rasa sakit itu. Mungkin saja dirasakan olek anak seumurannya hal seperti ini terasa lain, memang melebihi pas pertama kali haid. Dan ketika ia dewasa ia juga tidak tahu apa yang akan ia katakan. Atau mungkin rasa sakit ini hanya permukaan dari hal yang akan ia hadapi nanti.
Some menarik anak rambutnya yang berjatuhan ke kening, karena ia menunduk ke bawah sambil memegang dinding kelas IPA 6. Keadaan yang semula sepi kini nampak ada beberapa siswa yang lewat. Dan Some tidak mau mereka tahu kalau Some sedang kesakitan, mereka pasti ada niat membawanya ke UKS kalau tahu. Ia lalu menghembuskan nafas perlahan, ia juga tahu kalau darah yang menetes di hidungnya dari tadi hampir keluar secara berkala. Some tidak tahu alasannya, dan ia tidak mau tahu.
"Aww kapan ya aku bisa ke dokter kalau emang aku tak sanggup dengan sakit ini," racau Some sambil memegang ke tempat sakit itu muncul. Jika diingat waktu Some sekolah dulu, setiap ia sakit, ia pasti akan menyempatkan waktu ke dokter atau UKS. Tapi untuk saat ini ketika ia sudah SMA, melihat rumah sakit entah mengapa membuatnya malas. Dia tidak bisa terus - terusan mengandalkan orang lain.
Dia sekarang sudah dewasa, suatu saat nanti ia akan mengerti, bukan bocah ingusan menggunakan baju putih-biru yang selalu merasa bahagia.
Tubuhnya kembali mengeluarkan reaksi nyeri, sampai dia sempat mendesis. Dan karena tidak kuat dengan rasa sakit itu, Some memutuskan duduk di bantalan pembatas kelas. Ia mengatur dadanya yang terus berdebar, juga kesadarannya yang sedikit terkuras. Ia mengusap kali - kali darah yang mengalir, sampai baju seragam dan tangannya berwarna merah. Mungkin sedikit ngeri jika saja Some sadar kalau…
Something Between Us
Between 08
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 40 Episodes
Comments