**
Panti Asuhan dan Luka
**
Suasana kamar yang tadinya sepi kini mulai menampakan eksistensi lagi dengan kehadiran Some yang baru masuk, disertai air mata yang bercerai di kedua pipinya. Ia tak pikir panjang langsung menjatuhkan dirinya ke kasur, dan menuangkan semua isak tangisnya di bantal tempat semula. Bantal yang selalu menjadi saksi kesedihan Some akhir - akhir ini. Kalian tahu apa itu kanker paru-paru? kanker yang hanya menyerang untuk kalangan dewasa, tapi kanker ini ada dalam bagian tumbuhnya. Sekalipun belum ada ronsen khusus untuk menjabarkan kalau itu adalah kanker. Tapi ia bersarang menjadi bagian tumor ganas.
Some tidak pernah mau untuk mengingat jenis penyakit itu, karena ia hanya akan menangis dan terusan merasa putus asa. Ketika Some mengangkat kepala untuk mengusap air matanya, lagi - lagi darah merah menghiasi tangannya. Darah yang segar, yang selalu datang ketika gadis itu menekan dadanya karena menangis.
"Darah," kagetnya sambil meraba bagian hidungnya untuk memastikan. Ternyata benar darah itu secara berkala keluar dari hidungnya. Some hanya sanggup mengusapnya dengan tisu, bahkan air matanya pun masih sempatnya menetes.
"Aku nggak tahu ini kenapa bisa seperti ini, apa aku tidak akan kehabisan darah," kata Some terdengar panik. Namun kepanikan itu hanya ia rasakan sendirian, ia tahu mama dan papa tidak akan mendengar dari luar.
"Jangan keluar, jangan lemah, ini baru awal yang cerah untuk mu, Some," ucap Some lagi terdengar sedih. Ia baru ingat pas pertama masuk SMA, hal selalu ia nantikan agar hidup lebih baik di masa depan. Tapi tidak mungkin dengan keadaannya yang seperti ini.
"Ahh," Some menahan sakit. Tapi karena darahnya tak kunjung berhenti. Some tahu dirinya butuh pengalihan dari rasa sendirian ini. Mungkin dengan melihat keteduhan yang selalu menjadi motivasinya dalam hidup. Some bertekad akan pergi ke panti asuhan. Melihat daun - daun kering yang berjatuhan langsung dari pohon rindang, yang membuat angin sepoi - sepoi menerbangkan…
Something Between Us
Between 11
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 40 Episodes
Comments