Bersama Cassie dan Setyo di Sekolah
**
Some kembali ke kelas dengan berjalan lesu, mungkin ia menghabiskan dirinya dengan berjalan tidak tahu arah dari kelas IPA 6 sampai kelasnya. Tak disadarinya bel istirahat telah berbunyi, bahkan dari tadi darah keluar dari hidungnya sama sekali tak dirasanya.
"Some," pekik Cassie melihat ke arah pintu kelas. Ia duduk dan di depannya ada Setyo yang sedang mendengarkan ceritanya.
"Something," pekik Dina menyusul karena terkejut. Mungkin dia yang jarang melihat Some terpuruk berpikir kalau Some sedang tidak baik - baik saja. Namun yang lebih membuatnya khawatir adalah darah itu. Ia bergegas mendekati Cassie dan Setyo.
"Loe baik - baik aja," khawatir Setyo, namun dengan tergesa ia menghampiri Some dengan tampang penuh perhatiannya. Some mengerti Setyo hanya kaget karena sudah beberapa kali Some seperti ini.
Lantas Cassie dan Dina mendekati Some juga sayangnya mereka tak berani memberitahu apa yang terjadi sebenarnya. "Nggak usah gue nggak kenapa - napa kok," ujar Some ketika Setyo memberikan sehelai tisu miliknya. Setyo membawanya kembali dengan tampang merasa bersalah.
"Some kemana aja, pasti itu yang bikin loe kayak gini. Loe ada urusan apa sih di luar kelas," ujar Dina segera menempel pada gadis itu. Ia melihat darah merembes itu dengan ngeri.
"Biasa aja gue sering kan keluyuran kalua lagi sumpek di rumah," ujar Some dengan senyum jailnya. Namun Setyo dan Cassie geleng - geleng kepala seolah menyetujui Dina.
"Bukan, jadi maksud loe ini biasa aja," ujar Cassie sambil menahan rembesan darah segar itu di kerah baju Some. Sontak cewek itu gelagapan, dan menghapus butiran darah yang keluar. Ia nggak mau semua orang tahu kalau ia lemah.
"Cas gue nggak kenapa - napa, tadi kepala gue sempat pusing mungkin karena demam atau haid kali gue mimisan gini," ujar Some mengelak. Melihat betapa Cassie nampak penasaran dengan Some akhir - akhir ini.
"Gue nggak peduli, loe bisa jelasin di bangku, yuk," Cassie menarik Some perlahan menuju…
Something Between Us
Between 26
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 40 Episodes
Comments