Kencan dengan Dinner
**
Dua hari akhirnya berlalu dengan cepat, begitu yang dirasakan Some ketika terus tertidur di ranjang rumah sakit. Makanan rumah sakit jelas membuatnya sebal, tapi karena ia menuruti keinginan mama untuk cepat pulih gadis itu berhasil menghabiskan sarapannya dengan baik. Ini adalah hari pertama ia masuk sekolah paska operasi. Wajahnya yang pucat juga bibirnya yang nampak bercak kering membuat kehadirannya jadi perhatian di penghujung kantin. Waktu masih menunjukan pukul enam lewat dua puluh menit, Some duduk di kursi kantin karena kepalanya mendadak pening.
"Some," ujar seseorang yang sedang berjalan di belantara sekolah. Ia baru saja sampai, dan mau melanjutkan ke kelas. Ia berhenti karena tak jauh dari jaraknya seseorang tengah memegang kepalanya dengan pening.
Mau tak mau ia menghampiri cewek itu. Mengingat terkadang kalau orang sehabis operasi mengalami nyeri sekali. Percayalah Diner tahu itu dari keluarga Some yang mengabari. "Loe nggak kenapa - napa?" tanyanya terdengar cuek.
Ia duduk di sebelah bangku Some. Ia melihat wajah pias itu dengan pandangan heran, padahal operasinya baru beberapa hari kenapa sudah pakai baju seragam lagi, pikirnya. "Some?" ulangnya karena gadis itu sama sekali tidak merespon. Mungkin Tidka pernah menyangka ada orang yang peduli terhadapnya.
Some mengangkat wajahnya, pandangannya nampak kabur. Awalnya sempat Tidka percaya asa perawakan jangkung menggunakan seragam SMA di sebelahnya. Dan lalu matanya terbelalak, "Dinnery ngapain loe di sini, abis lewat ya," ujar Some sambil tersenyum kecil.
"Iya gue mau masuk kelas. Cuma ada seorang cewek yang lagi pegang kepalanya, jadi penasaran," jawabnya iseng lalu tersenyum kecil.
"Bukan apa - apa kali lihat cewek pegang kepalanya, palingan lagi pusing dan biasa mikirin pacar," jawab Some becanda sambil meraba pelan bahu Diner.
Dinner nampak terkejut melihat perubahan sikap Some yang menganggapnya teman ini. "Jadi bukan karena sakit atau hal lain nih hanya karena mikiri…
Something Between Us
Between 30
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 40 Episodes
Comments