Disepanjang perjalanan Arya memegang tangan Disya yang terkena air panas. Ia mengkhawatirkan tangannya Disya hingga ia menghentikan mobilnya di sebuah apotik yang masih buka. Arya lalu menyuruh Disya untuk menunggu di mobilnya saja. Arya lalu masuk ke dalam apotik untuk membeli salep dingin yang tadi ia oleskan pada luka bakar ditangan Disya. Setelah membelinya, ia lalu menuju mobilnya kembali dan melajukan kendaraannya. Arya memberikan salep itu pada Disya dan menyuruhnya terus mengoleskannya jika masih terasa perih dan panas tapi ia melarang untuk membalutnya dengan perban agar luka bakarnya cepat kering.
"Disya, pakailah baju yang ada di kotak itu untuk hari Minggu karena hari itu adalah acara pertunangan kita." ucap Arya yang membuat Disya terkejut.
"Pertunangan?Aku tidak salah dengarkan kak?" tanyanya.
"Iya. Barusankan aku melamarmu dan kamu menerimaku, jadi aku juga harus izin sama kedua orang tuamu untuk meminangmu menjadi istriku" ucap Arya santai namun berbeda dengan Disya yang makin gugup dan berdebar mendengar kata pertunangan, istri, menikah secepat itu padahal ia masih duduk di bangku sekolah yang membuatnya ragu tapi ada rasa bahagia bercampur aduk disitu.
"Aku membelikan baju kemeja untuk ayahmu, gamis untuk ibumu dan dress untuk adikmu. Warnanya senada namun berbeda motif saja" ucapnya kembali yang membuat Disya terbengong karena Arya sudah mempersiapkannya sebegitu matangnya. Dalam hatinya ia bertanya, kapan ia punya waktu berbelanja sedangkan ia baru sampai tadi siang di Jakarta. Membuatku terkejut di sore hari dengan kedatangannya. Malamnya dia menyiapkan acara lamaran personal untukku.
"Kapan kamu mempersiapkan ini kak?" tanya Disya heran.
"Saat di Tokyo. Aku sudah menyusun semuanya untuk membuktikan kepadamu bahwa aku ingin serius sama kamu" ucap Arya sambil menatap jalan dan sesekali menatap Disya dengan senyum khasnya.
"Aku seperti Cinderella yang akan dijemput oleh pangerannya. Aku tidak sedang berada di negeri dongeng kan?" tanyanya yang mas…
Dear Disya
Pertunangan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 95 Episodes
Comments