Saat Disya sudah bangun dari tidurnya dan diperbolehkan pulang, Disya menanyakan kondisi temannya yang tadi sempat di ruang intensif kepada suster disana. Suster memberitahukan bahwa ia sudah dipindahkan ke ruang perawatan kelas 2 diruang melati 308 lantai 3. Disya dan Arya langsung menuju ruang perawatan untuk menjenguk dan melihat kondisi Ardi.
Sesampainya mereka di ruang perawatan Ardi. Ardi menyapa mereka. Disana sudah ada mamanya yang menunggu. Keluarga lainnya sudah pulang. Ardi memperkenalkan Arya sebagai bossnya dikantor dan Disya adalah pemagang yang setiap hari diceritakan oleh Ardi. Mama Ardi sangat pandai berbicara dan bercanda. Pantas sifatnya menurun ke Ardi.
Mama Ardi sengaja meminta bantuan kepada Arya agar anaknya bisa berbicara dengan Disya secara leluasa. Arya dimintai tolong untuk menemaninya ke ruang Farmasi untuk menebus obat namun dia takut kalau berjalan di koridor RS.
Saat tinggal berdua. Ardi segera membetulkan posisi tidur menjadi duduk namun karena lengannya di gips agak kesulitan. Disya datang membantunya. Saat itu pandangan mereka saling bertemu.
"Maaf ya sya, aku malah pingsan. Bagaimana keadaanmu?" tanya Ardi.
"Aku baik-baik saja kak. Justru aku yang minta maaf karena aku lengah saat mereka malah mengeroyok kakak" sesal Disya mengingat kejadian itu tak terasa air matanya menetes lalu segera dihapusnya.
"Sya, aku lapar. Boleh minta tolong ambilkan makanan itu." kata Ardi mengalihkan pembicaraannya karena tak mau melihat Disya menangis lalu menunjuk pada sebuah nampan berisi makanan pasien yang terletak di meja samping ranjangnya.
Disya lalu menyuapi kak Ardi karena Ardi kesulitan dengan tangannya yang di gips. Disya menyuapinya dengan telaten hingga makanannya habis. Setelah itu Disya mengambilkan minum untuk kak Ardi
"Senangnya disuapi olehmu."kata kak Ardi. Disya hanya tersenyum tipis.
"Sya, apakah benar pak Arya itu mualaf?" tanya kak Ardi pada Disya yang sedang membereskan alat makannya.
"Iya betul." jawab Disya.
Ardi lalu menggeng…
Dear Disya
Janji Setia
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 95 Episodes
Comments