Disya bekerja seperti biasanya, sekarang bossnya adalah Louis. Adik dari Arya yang sangat terkenal dengan tukang ngayap saat jam kantor itu gosip dari orang-orang pemasaran. Benar saja saat jam 9 aja sudah berganti baju dan pergi meninggalkan ruangan. Sedangkan beban kerjanya diberikan kepada Fahmi dan pak Anwar untuk mengawasi line produksi. Disya pun ketempuan disuruh membuat konsep powerpoint untuk presentasinya besok. Louis baru menampakkan batang hidungnya saat jam 15.00. Lalu menanyakan powerpoint kepada Disya. Disya lalu memberikan hasilnya untuk diperiksa oleh Louis. Louis sangat terkesan dengan konsep yang Disya buat untuk power pointnya. Ia hanya tinggal mengedit kata-katanya saja.
"Pantas saja kakak sangat menyukaimu! Kamu sangat pintar dan tekun berlatih" ucap Louis membuat Disya terdiam dan merasa kangen yang mendalam pada Arya.
"Ini karena bimbingan dari pak Arya" jawabnya secara formal pada Louis sambil tersenyum.
Sore ini tidak ada briefing karena Louis tak menyukai briefing menjelang pulang kerja. Disya dan Ayu pulang bersama. Dewi diantar oleh Dwi. Saat Disya dan Ayu sedang menunggu angkutan di halte. Ayu rupanya dijemput oleh kakaknya yang kebetulan lewat di depan halte kantor. Akhirnya Disya duduk sendiri menunggu angkutan yang kosong, namun berkali-kali angkutan selalu penuh penumpang. Ardi datang menawarkan tumpangan pulang.
"Mau aku anter pulang?" ucap Ardi sambil melepaskan helmnya.
"Tidak usah, terima kasih kak" tolaknya.
"Memang motorku tidak sekeren mobil milik pak Arya, tapi dia mampu melaju dan menerjang kemacetan" ucap Ardi agak sinis.
Disya hanya tersenyum sinis, jadi selama ini dipikirannya kak Ardi, aku ini matre x ya. Disya mengacuhkan ucapan kak Ardi lalu mulai menyetop kembali angkutan yang dilihatnya. Namun ternyata angkutan umum tidak mau berhenti karena sudah penuh penumpangnya. Ardi pun tertawa melihat kelakuan keras kepalanya Disya.
"Mau ikut apa nggak? Penawaranku tidak datang dua kali lho. Banyak angkutan umum yang sedang d…
Dear Disya
Mengalami Delusi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 95 Episodes
Comments