"Sya, Lo dah tau belum?" tanya Lina saat di kantin.
"Apa itu?" tanyanya kembali.
"Hari ini kan kak Ardi pulang dari rawat inap" jawab Lina dengan senang.
"Bagaimana kalau kamu ikut aku jenguk dan jemput kak Ardi siang ini sehabis makan siang?" ajak Lina pada Disya.
"Eng.."
"Maaf Lina, hari ini Disya akan rapat denganku dan Steve untuk membahas masalah kantor. Lagian Disya sudah dua hari datang kesana." ucap Arya yang datang tiba-tiba dengan nampannya.
Kemudian Arya mengajak Disya pindah tempat duduk karena di belakang Disya banyak asap rokok. Arya sangat membenci asap rokok. Disya lalu membawa nampan makannya yang belum habis mengikuti langkah Arya yang mengajaknya.
Tepat dipojok sudut ruang kantin, ada bangku kosong untuk dua orang. Ia lalu menuntun Disya dengan menggandeng tangannya menuju sudut tempat yang disebutkannya tadi. Mereka duduk dan meletakkan makanannya dimeja. Disya lalu menempelkan tangannya ke keningnya Arya untuk mengecek masih demam atau tidaknya.
"Tenang, aku sudah sembuh koq. Untung kamu datang memberikanku obat dan membuatkan ku makanan. Makasih ya sayang" kata Arya sambil menggenggam tangan Disya lalu mengusap rambut poni Disya.
"Alhamdulillah..." ucap syukurnya.
"Sya,... 3 bulan lagi aku akan ke Tokyo mengurus bisnis disana. Apakah kamu percaya padaku dan mau menungguku?" ucap Arya serius menatap lekat kedua mata Disya.
Disya kaget kenapa mendadak dan apakah ia akan bertemu kembali. Lalu ia memberanikan bertanya "Untuk berapa lama?"
"Entahlah.. tapi aku ingin kamu selalu memberi kabar padaku baik telpon atau email' pinta Arya menggenggam tangan Disya. Ia tau bahwa kabar ini pasti membuatnya kaget karena terlihat dari ekspresinya
"Aku pasti akan merindukanmu kak"
"Kalau kau merindukanku, kau bisa main ke apartemenku dan memakai semua fasilitas yang ada disana. Motor dan mobil bisa kamu pakai."
"Aku tak bisa naik motor atau mobil. hehehe.. lebih baik kau titipkan semua kendaraan ke garasi paman dan bibimu saja." kata Disya sambil melanjutkan ma…
Dear Disya
Obrolan Kantin
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 95 Episodes
Comments