Disya masih kepikiran kata-kata Arya yang akan main ke rumahnya besok. Disya mondar-mandir seperti gosokan disamping tempat tidur dengan mengenakan piyama tidurnya yang bergambar keropi berwarna hijau. Gelisah dan berdebar tak menentu yang ia rasakan.
Disya lalu melihat ke arah jas milik Arya yang masih tergantung dengan rapi di belakang pintu kamarnya. Ia lalu memegang lengan jas itu. Mengoceh sendiri lalu balik lagi duduk dikasur. Lalu berdiri lagi menghampiri jasnya itu seakan-akan Arya itu ada disana untuk melampiaskan emosinya.
Taklama jas itu dia lepaskan dari gantungannya. Dia peluk erat jas itu, sesekali ia cium aroma parfum Arya yang masih melekat pada jas itu sambil senyum-senyum sendiri.
Disya kaget saat Handphonenya berbunyi yang membuyarkan lamunannya. Dia lihat notifikasi layar HPnya adalah panggilan dari Arya. Disya lalu mengangkat panggilan itu.
"Sudah Jam 9, my dear belum tidur? Sudah Sholatkah?" tanya Arya dengan jelas. Sebenarnya Arya menelpon juga karena ia pun tak bisa tidur. Bedanya Arya memikirkan bagaimana pandangan ayah Disya pada dirinya saat mereka bertemu nanti. Sedangkan Disya memikirkan sikap Arya yang selalu seenaknya sendiri.
"Sudah sholat kak." Jawabnya
"Kenapa tidak tidur, katanya tadi capek?" tanyanya lagi.
"Aku tak bisa tidur karena kamu kak" jawab Disya yang membuat Arya sangat senang. Arya sedang memegang foto mereka sambil menatap diluar jendela.
"Senang rasanya my dear kangen sama aku" kata Arya sumringah. Disya pun juga tersenyum mendengar kata-kata yang diucapkan Arya.
"Kakak juga kangen koq sama kamu. Kangeeeen bangeeetttt" ucap Arya bucin.
"Oh.. ya?"
Selanjutnya Arya mengutarakan perasaannya yang tidak bisa tidur pada Disya. Arya lalu menanyakan satu per satu makanan favourite seluruh penghuni dirumah Disya. Disya pun menjawab pertanyaan Arya dengan jujur. Arya lalu mengambil pulpen dan mencatatnya.
Malam ini mereka berdua telpon-telponan sampai larut malam sekali. Sampai Arya mulai mendengar suara kantuk dari Disya. Lalu…
Dear Disya
Bucin
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 95 Episodes
Comments