Kita yang Berbeda
Aku menatap jam di dinding, waktu telah menunjukkan pukul 23.00 dan sekarang sudah hampir tengah malam. Sayangnya mataku tak juga mau terpejam, pikiranku terus mengingat kejadian sore tadi... 'Jika
0
0
Aku takut di depan
Aku berdiri di depan para juri dan peserta. Dari banyak orang terdapat guru pendamping di tempat duduk menatap aku yang tertekan di sini. Para juri seolah memberikan tahu bahwa aku sendiri ditatap ora
0
0
Elit Global
Seorang anak politik di distrik bulgari , Beijing , Shanghai menyukai seorang aktor ternama dinegaranya, dia seorang gay / LGBT . Pada acara penghargaan bergengsi yang menghadirkan aktris dan aktor te
0
0
Cerita Arya
Dinding-dinding besi itu bergetar lembut di bawah telapak tangannya. Suara derit logam bertabrakan dengan rel besi menghasilkan irama monoton yang dihafalnya luar kepala: tak-tuk, tak-tuk, tak-tuk. Ad
0
1
Melukis Langit Yang Terbelah
Kisah ini berawal dari kehidupan Bintang, seorang remaja usia tujuh belas tahun yang kehilangan penunjuk arah dalam hidupnya. Dulu, jemarinya lincah menari di atas kanvas, melahirkan warna-warna indah
0
1
Pesan "Penting " Dan perang Bantal
Sudah hampir satu minggu Hankiz tidak pulang. Adonis mulai bosan. Sebenarnya tidak ada keadaan darurat. Tidak ada perang, tidak ada misi, bahkan tidak ada rapat penting. Tapi Adonis punya solusi
0
1
Bayang-Bayang Cermin Retak
Suara hujan yang menimpa atap seng teras rumah menyisakan irama yang tenang. Di dalam kamar, suara napas halus dari dua pangeran kecilku yang tertidur pulas menjadi musik paling indah yang pernah kude
0
1
Dazai butuh perhatian
Anime: Bungou stray dogs Malam hari setelah menyelesaikan tugas Dazai merebahkan tubuhnya di atasmu, membenamkan wajahnya di dadamu. Dia bahkan tidak memedulikan tayangan yang sedang kalian tonton,
0
0
Mata Ketiga
Malam itu, Reva berdiri di depan rumah tua yang sudah ditinggalkan sepuluh tahun lalu. "Jangan masuk," bisiknya pada dirinya sendiri. Tapi kakinya tetap melangkah. Lorong gelap menyambutnya. Bau ta
0
0
Aroma Kopi yang Tawar
Satu jam berlalu, dan cangkir kapusinoku sudah sepenuhnya dingin. Di seberang meja, Dara baru saja selesai merapikan tasnya, seolah pembicaraan lima menit lalu yang menghancurkan seluruh rencanaku u
0
1
Bab 4 suara dari bawah jembatan
BAB 4 — Suara dari Bawah Jembatan Malam semakin larut ketika hujan mulai turun perlahan. Lampu-lampu kendaraan yang melintas di atas jembatan memantul di genangan air, membuat jalan terlihat seperti
0
0
Kutukan Purnama Tiga Belas
Malam itu adalah tanggal tiga belas dalam penanggalan Jawa. Di luar jendela rumah mewah yang terletak di sudut kota yang sunyi, langit malam tampak bersih, memamerkan bulatan bulan yang hampir paripur
0
0
Yang Tak Pernah Sampai
Tidak pernah ada yang tahu kapan dan dimana bertemu dengan seorang yang katanya memiliki garis takdir dengan kita. Tidak pernah ada yang tahu apakah orang yang baru saja berpapasan adalah orang yang t
0
0
" What your favorit coffe?? "
Airin menatap jam di pergelangan tangannya. “Ya ampun, telat!” Ia berlari kecil menuju kafe di ujung jalan sambil memeluk tasnya. Hari pertamanya bekerja sebagai pegawai baru seharusnya berjalan
0
1
Siluet Pelukan
Airin sudah mengenal Arya sejak mereka masih berlari-larian di halaman rumah masing-masing. Rumah mereka hanya dipisahkan pagar pendek yang sejak dulu sering dilompati Arya kalau ingin memanggilnya.
2
2
Yang Tetap Kupilih
Saat itu, kau berkata tidak. Namun meski jawabanmu sederhana, hatiku tidak pernah benar-benar mampu berpaling. Ada sesuatu dalam diriku yang tetap memilih untuk bertahan, sebab hanya menginginkanmu,
0
0
JANTAN YANG BINGUNG MENCARI JATI DIRI
Lahir di tempat yang seharusnya bukan tempatnya tetapi menjadi tempat ternyaman baginya. Kekerasan, pergaulan bebas, putus sekolah sudah menjadi hal biasa. Namun tempat tersebut yang membuat jantan te
0
0
PENJUAL MI AYAM PINGGIR JEMBATAN
BAB 3 — MISTERI DI BAWAH JEMBATAN Malam itu seharusnya menjadi malam terakhir Pak Slamet berjualan mi ayam sampai larut. Setidaknya, itulah janji yang berkali-kali ia ucapkan kepada dirinya sendiri.
0
0
PENJUAL MI AYAM PINGGIR JEMBATAN
Bab 2: Pesanan Tengah Malam Malam itu, Pak Slamet kembali membuka gerobak nasi gorengnya di pinggir jalan dekat jembatan tua. Langit tampak gelap tanpa banyak bintang. Angin berembus pelan membawa ha
0
0
Dermaga Terakhir
Ada hari-hari yang rasanya biasa saja, sampai kamu sadar bahwa hari itu adalah titik awal dari seluruh sisa hidupmu. Sore itu, langit kota sedang berwarna jingga keunguan—jenis langit sore yang selal
0
1