Indonesia
NovelToon NovelToon
Toxic Relationship

Toxic Relationship

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Stevphania_pane

Tumbuh dalam keluarga dengan kedua orang tua yang bekerja dari pagi hingga malam, hidup sehari-hari bersama dengan pengasuh, membuat rasa perhatian menjadi tidak cukup.

Hingga akhir nya saat Adelio Federico datang ke dalam kehidupan Michel, semua nya berubah sejak itu, Adelio benar-benar memberikan kasih sayang penuh pada nya hingga membuat Michel menjadi ketergantungan dengan pria itu.

Namun semua nya tidak semulus itu, karena lama kelamaan hubungan mereka menjadi tidak sehat dan saat Michel ingin memutuskan mengakhiri semua nya, Adelio tidak membiarkan hal itu terjadi dan selalu menahan Michel di hubungan toxic mereka.

Apakah Michel masih tetap bis bertahan dengan hubungan yang sudah tidak sehat itu lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stevphania_pane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 11

"Kantin gak bro," ucap Bian pada Adelio sambil menepuk pundak lelaki itu.

"Enggak, gue mau langsung ke roooftof," sahut Adelio sembari membawa bekal yang diberikan oleh Michel kepada nya tadi.

Bian melihat itu dan mengerjapkan mata nya. Dia sangat mengenal Adelio, pria itu mana pernah membawa bekal ke sekolah nya.

Bahkan dia pernah melihat Adelio mengejek teman mereka yang membawakan bekal dari rumah yang pas itu tengah membawa rantang berwarna pink.

Dan lihat lah sekarang pria itu untuk pertama kali nya membawa bekal.

"Rajin amat Lo bawa bawa beginian," ucap Bian sambil mengikuti Adelio.

"Dari Michel," ucap Adelio menyombong.

"Gercep juga Lo, langsung dapet gatuh," ucap Bian yang dibalas kekehan oleh Adelio.

"Belum, gue masih belum resmi Ama dia, gue mau kita saling mengenal lebih dalam dulu," ucap Adelio sambil memakan masakan yang di buat oleh Michel untuk nya.

Dia tersenyum tipis saat mengingat dia salah orang yang pertama mendapatkan hak ini dari Michel.

"Rasanya not bad, enak untuk pemula," gumam nya sembari melanjutkan.

"Mau coba dong," pinta Bian yang melihat Adelio yang terlihat lahap dengan makanan nya membuat Bian menjadi tergiur dan lapar saat melihat cara makan Adelio yang terlihat menyukai masakan itu.

"Enak aja, ga ada. Tadi kan gue udah bilang jangan minta, sana beli sendiri," ketus Adelio pada Bian yang sudah misuh-misuh.

"Jadi laper beneran nih gua," Bian mematikan rokok nya dan berlalu dari sana sedangkan Adelio mengedikkan bahu nya tak mau tau kemana pria itu pergi.

Di sisi lain Bian langsung segera mengarah kan diri nya menuju ke kantin.

"Hey guys," pria itu menghampiri meja milik Ayu yang disana sudah ada Michel dan juga Delima.

"Hai ka," sapa mereka.

Delima menyenggol tangan Michel sedangkan Michel menaikkan alis nya tanda bertanya.

"Crush nya Ayu Dateng tuh," bisik Delima terkekeh kecil saat melihat Ayu yang tengah menjaga image nya sekarang setelah kedatangan Bian.

Michel mengerti sekarang, terlihat dari bagaimana tanggapan Ayu saat kehadiran Bian.

"Boleh gabung ga, meja nya udah penuh soalnya," ucap Bian.

"Boleh ka, orang udah duduk juga," sahut Delima yang mendapat kekehan dari Bian.

Benar juga apa yang dikatakan oleh gadis itu, dia malah duduk terlebih dahulu sebelum meminta izin.

"Ayu kenapa yu, diam Bae," ucap Bima yang duduk tepat di samping Ayu.

Ayu yang tadi nya fokus ke makanan nya beralih menatap ke arah Bian namun hanya sekejap karena dia tidak kuat saat Bian Menatap nya.

"Haha gapapa kok ka," ucap nya malu-malu.

Setelah nya Ayu dibuat menahan nafas saat Bian mendekat ke arah nya. Pria itu tengah mengambil tisu yang berada di dekat nya dan otomatis lengan Bian bersentuhan dengan lengan nya.

Yaampun Ayu benar-benar ingin berteriak sekarang juga. Padahal baru begitu saja dia sudah ingin gila saja.

Hal itu tidak luput dari pandangan Michel dan juga Delima yang saling bertatapan penuh arti.

Tak lama makanan Bian pun datang dan mereka akhir nya makan bersama dan sesekali Bian mengajak mereka untuk mengobrol.

Dan tentu saja yang paling sering membalas Delima dan Michel sedangkan Ayu hanya akan mengeluarkan suara saat Bian menanyakan pada nya secara langsung.

"Dah bel tuh, Yok masuk, Kaka duluan ya," pamit Bian pada ketiga nya.

"Iya ka," sahut mereka secara bersamaan.

Setelah kepergian Bian, baru lah Ayu menjadi lebih tenang. Gadis itu langsung menghembus nafas nya.

"Gila, kok aku gerah ya, " ucap nya sambil men gipasi diri nya sendiri menggunakan tangan nya.

"Habis makan bareng crush jadi nya kayak begitu kan Chel, kita mah apa atuh," ucap Delima mendramatisir.

"Ish diem, jangan keras-keras bilang nya, nanti orang-orang jadi denger," ucap Ayu memperingati.

"Iya deh, eh btw tumben si Fiara dan juga antek-antek nya itu gak gangguin Michel ya," ucap Delima yang tks melihat batang hidung Fiara yang biasanya sudah ada di ka tin dan terkadang mengajak mereka untuk ribut.

"Ya bagus dong Del, jadi kita bisa hidup tenang, tentram dan damai tanpa gangguan mereka lagi," ucap Ayu.

"Tapi apa bener gosip yang di bilang anak-anak Chel, kamu beneran pacaran sama Ka Adelio, gila secepat itu. Tapi kamu parah sih Chel, masa kita tau dari orang sih, kamu gak ada bilang apa-apa sama kita," ucap Delima yang di benarkan oleh Ayu.

"Tau nih, kamu udah gak percaya sama kita Chel, perasaan kamu baru Deket sama Ka Adelio deh, pesona Michel memang tidak bisa ditolak," ucap Ayu yang juga senang dengan berita itu.

Karena dengan ancaman dari Adelio, orang-orang itu tidak menganggu Michel lagi.

Adelio memang cukup berpengaruh di sekolah mereka itu, karena orang tua nya menjadi salah satu penyumbang besar di sekolah mereka dan banyak siswa dan juga siswi yang tahu akan hal itu.

Bahkan sebagian besar guru dan petinggi sekolah mengenal diri nya. Jadi banyak yang tak ingin membuat masalah dengan Adelio karena ingin mencari aman saja daripada berhadapan dan akan membuat mereka menyesal nanti nya.

"Ah itu maafkan aku, tadi nya aku ingin memberitahukan pada kalian kok, tapi aku ingin memberi tahu pas kita ketemu langsung begini. Dan kita juga baru jadian hehe baru kemarin," ucap Michel berbohong dan meringis dalam hati.

Dia mengikuti apa yang dikatakan oleh Adelio pada nya saja.

Tapi entah mengapa dia tidak memberi tahukan yang sebenar nya pada Delima dan juga Michel.

Memang kedua nya adalah sahabat nya tapi Michel masih belum bisa percaya seratus persen sebab dia memang memiliki trust issue pada pertemanan.

Biarlah seperti ini dulu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di masa depan.

"Asikk, pj nya dong kalo begitu, ya gak," sahut Ayu.

"Betul, kerena banget temen ku yang satu ini, langsung dapet Adelio sang most wanted sekolah," ucap Delima yang bangga.

"Haha bisa aja," ucap Ayu tersenyum malu.

"Berarti yang bayar makan siang kita hari ini Michel gasi Ayu,"Delima menaik-turunkan alis nya.

"Iya deh aku yang bayar, kalo mau ngambil jajan lagi ambil aja, nih udah jam waktu nya masuk juga,"

"Oke sip, thank you Chel, moga langgeng deh sama Adelio, sering-seringlah begini," sahut Delima yang tak menolak sama sekali dan mengambil cukup banyak jajanan untuk diri nya sendiri.

"Buset nih bocah satu, di balikin kok malah ngelunjak ya, punya teman gini amat deh," ucap Ayu geleng-geleng kepala melihat tingkah Delima.

"Yaudah sih Yu, mumpung gratis. Kesempatan kayak begini gak bakal datang dua kali, manfaatkan lah selagi ada. Mumpung ada bank berjalan hari ini," Lanjut delima yang mendapat jitakan dari Ayu.

TBC

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!