Kalian pasti bertanya-tanya kenapa bumi lebih dari satu?
Jawabannya ada dibalik kisah dua pemuda secara tak sengaja bertemu di tempat pesakitan, akibat suatu insiden pembunuhan yang dilakukan oleh pembunuhan misterius.
Tanpa sengaja mereka bertemu dengan gadis si kurir di tempat berbeda, perubahan kehidupan mereka berubah semenjak mereka dikejar para musuh si kurir.
si kurir mencari sebuah kunci agar semua berjalan sesuai hukum alam, berbagai rintangan telah dia lalui dengan bantuan dua pemuda yang berasal dari bumi satu
Sang kegelapan dari negeri bumi bayangan berambisi menguasai seluruh Bumi serta terobsesi dengan kekuatan besar yaitu sebuah kunci
Siapa sang kurir yang disebut oleh dua pemuda tersebut? ada apa dengan bumi? di mana kunci itu berada?
simak ceritaku, semoga suka.
Alur cerita ini berjalan maju mundur, harap maklum baru pertama menyumbang karya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serefina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Titik Cahaya Yang Sama
"Deswita Asmarani? Seperti pernah dengar nama ini, tapi dimana, hmm," suara lirih mampu didengar oleh suster Zauna
Zauna pun menoleh dengan gerakan cepat "Apa kamu pernah liat persis nama nona Vita NU?"
Banu yang tercenung mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh temannya, dengan wajah bingungnya Banu menjawab
"Vita? Vita," setelah beberapa detik kemudian
"Oh, Vita temannya mas Fatur ya?" Gantian suster Zauna yang bingung
"Siapa itu mas Fatur? Apa teman kerja?" Banu menggelengkan kepalanya
"Bukan, aku baru kenal dengannya cuma satu kali kok, malahan baru kemarin dia datang di lapas tempat aku di penjara," ucap terakhir Banu dengan lirih mampu didengar oleh suster Zauna
Suster Zauna shock bukan main,
"Maksud mu apa Nu? Di penjara? Kenapa? Apa habis merampok?" Deretan pertanyaan dari suster Zauna membuat diri Banu pusing
"Satu-satu dong nanya nya kepala ku sampai munyer gini," Banu memegang kepalanya
"Udah, jawab dulu pertanyaan ku, kenapa kamu dipenjara?" Nada suster Zauna tidak sabar
"Aku dikira memb**** orang Na," suara lemas dari Banu
"HAH! APA!" Matanya suster Zauna membulat sampai mau lepas, sehingga tangan milik Banu refleks membekap mulut suster Zauna
"Na, mulutnya ituloh, mbok ya jangan keras-keras, katanya ndak boleh teriak!?" Setelah mengatakan itu langsung melonggarkan tangannya dari mulut suster Zauna
Setelah melihat suster Zauna tenang, barulah Banu cerita sampai menahan air mata agar tak keluar, karena banu tipe orang yang tidak ingin direpotkan oleh orang lain
"Berarti, sekarang kamu masih seorang narapidana? Maaf Nu?" Jawaban Banu mengiyakan kata-kata yang dibawa oleh suster Zauna Mereka terdiam cukup lama, hingga tiba-tiba Banu melihat sekelebat bayangan putih bercahaya mengelilingi bed pasien,
Banu tanpa sadar berjalan mendekati pasien yang ternyata seorang putri dari perbatasan portal bumi, tangan kanan Banu mengulur secara tak sengaja kearah cahaya yang mengelilingi Tuan Putri,
Tiba-tiba Banu berada taman bunga yang berwarna-warni serta Banu pun melihat banyaknya sayuran beraneka macam
Ditengah taman dan kebun sayur terdapat air mengalir dengan jernihnya terik matahari yang bersinar semakin membuat semua siapa saja terpukau
Tapi bukan itu yang dilihat oleh Banu, melainkan dia juga melihat sebuah rumah minimalis seperti rumah jaman belanda, ukiran yang unik, terbuat dari dahan kayu bahkan terbilang tangga juga di ukir dengan bentuk warna Kilauan permata
"Aku berada dimana? Bukannya tadi masih,....." Banu tercenung melihat seorang gadis berambut panjang bergelombang berwarna kehitaman, dengan pakaiannya menjuntai sampai ke bawah dikepalai nya terdapat mahkota bunga matahari
Gadis tersebut tersenyum menyapa Banu
"Aku sengaja mengundangmu disini," kata lembut dari seorang putri bagaikan terhipnotis Banu sampai dia terdiam lama namun kesadarannya mendominasi, Banu menunggu kata yang dilontarkan oleh gadis di depannya
"Kamu tidak usah khawatir, disaat kamu kembali ke tempat dimana aku dirawat," tentu saja mendengar penuturan dari gadis di depannya merasa terkejut
"Berarti Anda,..." Gadis di sampingnya tersenyum hangat
"Ya, kamu benar, pasti Feti saudara kecilku mencari dimana diriku berada, namaku Vita, aku yang menuntun mu untuk datang padaku, aku juga akan memberikan sebuah kekuatan lewat ragamu, karena cahaya kehidupan, itulah yang dicari mereka, yaitu ada di dalam istana milik orang tua kami dahulu, dan kuncinya sudah kamu pegang," ucap sang Putri
"Kunci? Kunci yang kamu maksud?" Tanya Banu kebingungan
"Suatu saat kamu akan tau, dan lihatlah petunjuk sekecil apapun nanti ketika kamu berpetualang mencari istana milik keluarga kami, karena istana ini sangat sulit untuk mencarinya, bahkan musuh lama orang tua kami mengincar kekuatan yang dimiliki orang tua kami,"
Banu yang mendengar semakin tidak memahami maksud dari semua penjelasan dari Putri Vita
"Pegang Lah tanganku, akan ku perlihatkan awal mula perebutan istana sihir yang di pegang oleh kedua orang tua kami!?" Suara tegas sang Putri Vita dan di ikuti oleh Banu
Tangan Banu memegang tangan milik sang Putri lalu Kilauan tajam mengelilingi banu dan terlihatlah dimana bangunan mewah dan elegan bahkan kendaraan disana terganti dengan alat paling kecil sepeda motor serta lainnya dibentuk dengan lipatan kecil ketika sudah turun dari tujuan, bahkan lalu lintas mereka tak ada kemacetan sama sekali, Banu hanya diam terpaku tanpa mengucapkan kata meski dibenaknya ingin mengatakan sesuatu tapi semua beralih kepada bayangan asap tebal mengelilingi seluruh kota tersebut semua yang awalnya rame para manusia tiba-tiba hilang terkena asap penuh transparan tanpa jejak,
Banu yang melihatnya terkejut bukan main lalu didepannya
Muncullah para pemimpin terkuat disana bahkan ribuan orang sudah diamankan oleh para pemimpin dan pengikutnya
Seorang laki-laki berbaju jubah kuning keemasan mengamati sekitar dan dia melihat ke titik dimana permasalahannya
"Semua mundur buar aku yang menangani mereka," semua orang disekitar pemimpin tersebut menghindar beberapa meter, karena akan terjadi perang
Pemimpin tersebut mengeluarkan sebuah cahaya Kilauan kristal sebagai tembok perlindungan lalu istri pemimpin tersebut mengikutinya
"Kembali ke dalam istriku," istrinya tersebut menggeleng cepat
"Tidak suamiku, aku juga ikut bertempur dengan anda walaupun kemat*** ada di depan kita," sang pemimpin merasa terharu mendengar ucapan istrinya serangan itu terjadi.
Mereka pun keluar dari istana mereka dan menuju dimana serangan itu terjadi,
Dalam serangan musuh, panah api bentuk kilatan hitam menghujam seluruh kota tersebut bahkan mereka sudah menyerang kota-kota yang lain secara bersamaan
Wiiiiiiiius
Bak seperti angin cepat di ikuti arah hujan panah petir hitam mengkilat
Duarrr
Sebagian para penyerang terpental akibat serangan dadakan dari sang pemimpin beserta istrinya
Penyerang tersebut tak lain adalah T-Rexy CS menoleh ke lawan dengan geramnya mereka tapi tertahan, karena,
"Akhirnya kamu muncul juga SakerPeti dan HA HA HA ternyata kamu juga membawa MendaraSeki," tepuk tangan dengan menggema dari mulut T-rexy
"Apa maumu, sehingga menyerang tempat kami tinggal bahkan rakyat kami kalian bant""??" Geram sang pemimpin SakerPeti
"Keinginanku, aku ingin menguasai seluruh kekuatan milikmu, kerajaanmu serta,..." Senyum licik menghiasi sang lawan
"Tempat bumi kalian tempati,"
Sang pemimpin dan istrinya yang mendengarnya sungguh merasa geram dengan keinginan sang lawan
"Bukankah kamu sudah memiliki tempat kamu berada, padahal kami tak pernah mengganggu kalian?!" Tanya MandaraSeki istri dari SakerPeti
"HA HA HA, siapa yang tak mengusik ketenangan ku? Tentu kamu masih ingat dengan saudara mu sendiri, ah, tidak, tapi keturunan mu sendiri dia meminta perpanjangan umur dan kekuatan abadi, kau tau syarat apa yang diberikan olehnya?"
Pasangan tersebut saling pandang lalu fokus mendengar penjelasan dari lawannya "ABIKUS," satu kata yang terlontar dari mulut lawan membuat sang pemimpin dan istrinya terkejut,
semangat buat cerita nya....
semangat terus dan jangan minder terus lanjutin karyamu yaa