Cerita ini mengisahkan tentang sepasang anak kembar identik, yang bernama Lisa Tanuwijaya dan Laila Salim.
Setelah kelahiran putri kembar mereka (Lisa dan Laila) orang tua mereka bercerai dan sejak perceraian itu, mereka tidak ada saling kontak lagi. Dan sejak perceraian itu masing-masing membawa salah satu dari si kembar tanpa memberitahukan mereka ada saudara kembar.
9 tahun kemudian, orang tua mereka secara tidak disengaja mendaftarkan putri-putri mereka di acara kamp liburan sekolah khusus perempuan. Dan mereka bertemu di kamp liburan sekolah itu. Permusuhan terjadi diantara kedua gadis ini. Dan sampai pada akhirnya mereka berdua berdamai dan saling menyadari kesalahan mereka masing-masing. Sampai pada akhirnya juga mereka memutuskan untuk menyatukan orang tua mereka kembali.
Apabila ada terdapat persamaan nama tokoh, nama tempat, alur, maka merupakan hanya kebetulan semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evita Lin 168, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Hampir di sepanjang perjalanan dari rumah sakit ke asrama jalanan penuh dengan kendaraan lainnya. Mereka terjebak macet. Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam dari rumah sakit ke asrama, akhirnya mereka sampai di Asrama Cinderella.
Pak Slamet dengan cekatan memarkir mobil Madam Linda di tempat seperti biasa, di bawah pohon yang rindang.
Lalu Pak Slamet berkata, Neng kembar, sudah sampai di asrama.”
“Iya, pak. Terima kasih banyak atas bantuannya, pak.” Kata Laila sambil tersenyum pada sopir pribadi Madam Linda itu.
“Sama-sama, neng kembar.” Jawab Pak Slamet sambil membalas senyuman Laila.
Mereka berdua turun dari mobil, lalu berjalan masuk ke dalam asrama. Mereka berjalan menuju ruang kantor Madam Linda.
Sesampainya di depan kantor Madam Linda, Laila mengetuk pintu kantor Madam Linda dengan pelan.
“Masuk!” Perintah Madam Linda dari dalam kantornya.
“Selamat sore, Madam Linda. Kami mau memberikan laporan. Kami sudah selesai melakukan tes DNA itu, madam.” Kata Laila memberikan laporan pada Madam Linda.
“Selamat sore juga, Lisa, Laila. Apakah di rumah sakit kalian dipersulit?” Tanya Madam Linda.
“Tidak, madam. Justru ketika kami sampai di sana, kami disuruh pak satpam langsung ke Lab nya, madam.” Jawab Lisa memberi penjelasan.
“Syukurlah kalau begitu.” Kata madam Linda sambil tersenyum lega.
“Madam, kami berdua amat sangat berterima kasih pada madam. Madam telah banyak membantu kami. Dari pendaftaran sampai dengan hari ini, madam.” Kata Laila.
Lisa dan Laila mengucapkan banyak terima kasih karena atas bantuan Madam Lisa Tes DNA mereka berjalan dengan lancar.
“Sama-sama, Lisa, Laila. Kebetulan sahabat baik saya adalah pimpinan di rumah sakit itu. Jadi kemarin saya ada menghubungi beliau untuk meminta bantuan. Dengan senang hati dia memberi bantuan kepada kalian.” Kata Madam Linda menjelaskan.
“Sampaikan juga rasa terima kasih kami kepada sahabat baik Madam.”Jawab Laila sambil tersenyum.
Madam Linda senang mendengar kata-kata baik dari Lisa dan Laila. Lalu dia menjawab sambil tersenyum , “Baik. Akan saya sampaikan pada beliau.” “O… ya... Bukankah sedari pagi sampai sekarang, kalian belum makan siang lagi?” Tanya Madam Linda mengkhawatirkan mereka berdua yang sedari pergi dari asrama belum makan sampai sekarang.
Lisa dan Laila menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Kalian datang saja ke dapur para karyawan asrama. Saya sudah pesan pada Chef Ratna dan para karyawan yang ada di dapur. Disana nanti kalian minta saja sama Chef Ratna. Tersesrah kalian mau minta dibuatkan apa. Atau kalian mau makan nasi, sayur atau lauk pauk atau apa saja yang kalian ingin makan, kalian tinggal bilang saja sama Chef Ratna. Sekarang isi perut kalian dulu. Jangan dibiarkan kosong. Ayo, kalian segera ke dapur.” Perintah Madam Linda yang sangat sayang pada mereka berdua.
“Madam Linda, madam terlalu baik bagi kami.” Ujar Laila sangat terharu.
“Kan sudah pernah saya katakan pada kalian berdua. Masa kalian lupa. Kalian sudah saya anggap sebagai anak saya sendiri.” Kata Madam Linda menginngatkan perkataannya yang pernah dia ucapkan kepada mereka berdua.
“Kami senang sekali, madam.” Kata Lisa sambul tersenyum.
“Dan kami juga sangat berterima kasih atas semua perhatian madam pada kami.” Sambung Laila lagi.
“Baiklah kalau begitu, madam. Kami permisi mau ke dapur dulu. Kami sudah lapar, madam. Cacing-cacing di perut kami sudah pada demon.” Kata Lisa sambil tertawa.
“Ok. Kalian makan yang banyak. Biar nanti kalau kalian kembali pada orang tua kalian masing-masing tidak dibilang kurus habis dari asrama. Biar jangan dibilang tidak dikasih makan di sini.” Ujar Madam Linda sambil bercanda.
Lisa dan Laila juga ikutan tertawa.
Lalu Lisa dan Linda keluar dari kantor Madam Linda dan menuju arah dapur asrama.
Ketika mereka tiba di dapur asrama, Lisa disambut baik oleh Chef Ratna dan para karyawan asrama.
“Eh, neng kembar! Mari sini masuk ke dapur, neng….” Kata Miss Ria, karyawan asrama yang ramah.
“Duduk sini, neng kembar….” Kata karyawan asrama yang lain.
Dan begitulah julukan yang diberikan oleh para penghuni Asrama Cinderella ini pada mereka berdua. Dan mereka berdua menikmati julukan itu.
“Mau makan apa, neng kembar?” Tanya Chef Ratna pada Lisa dan Laila.
“Ada makanan apa saja di sini, kami mau memakannya, Chef Ratna.” Jawab Lisa dengan senangnya karena para karyawan di asrama ini semuanya baik dan ramah-ramah.
Dan itulah salah satunya alasannya mengapa asrama ini sangat ramai pengunjungnya. Bahkan siswi-siswi yang sudah pulang ke rumah mereka masing-masing, jika sekolah mereka ada mengadakan kamp liburan sekolah ini lagi, siswi-siswi yang sudah pernah ikut pasti akan mengajukan diri lagi untuk ikut kembali.
Dengan keramahan pimpinan dan para karyawan di asrama ini, dari seluruh penjuru sekolah yang ada di Indonesia ini pasti akan jauh-jauh hari sudah mendaftarkan nama sekolah mereka untuk ikut acara kamp liburan sekolah ini.
Kita kembali lagi pada Lisa dan Linda yang tadi sedang berada di dapur para karyawan.
“Si neng kembar, Kalian berdua mau makan apa? Biar Chef Ratna buatkan untuk kalian. Spesial untuk hari ini saja. Atas permintaan Madam Linda yang menyuruh Chef Ratna masak khusus untuk kalian berdua, yang lain no ya….” Kata Chef Ratna sambil bercanda sama karyawan lainnya.
“Ih… Chef Ratna pilih kasih. Masa yang dibuatkan makanan enak hanya si kembar saja.” Jawab karyawan lain yang juga sambil bercanda.
“Jangan diambil hati, neng kembar. Mereka memang orangnya begitu. Nah, neng kembar sekarang mau makan apa? Biar Chef Ratna buatkan?” Kata Chef Ratna lagi.
“Yang sudah ready ada apa saja, Chef Ratna?” Tanya Lisa balik. “Soalnya cacing-cacing di perut kami ini sudah pada demon semua ini, Chef.” Kata Lisa sambil tertawa.
“Kalau makanan yang ready, cuma ada nasi goreng sama telur dadar, neng.” Jawab Chef Ratna. “Mau?” Tanya Chef Ratna lagi.
“Mauuuu, chef! Itu makanan kesukaan saya, chef!” Teriak Lisa senangnya.
“Nah, kalau si eneng yang satu lagi. Kenap diam saja, neng? Mau makan apa?” Tanya Chef Ratna pada Laila yang dari tadi diam saja.
“Saya makan apa saja yang ada, chef.” Jawab Laila dengan nada pelan.
“Si eneng satu lagi, apa lagi sakit, tidak enak badan, neng?” Tanya Ria khawatir pada Laila.
“Kalau tidak enak badan, neng bilang saja sama kami di sini, neng. Gak apa-apa. Kami bisa merewat neng yang sakit.” Kata karyawan lainnya.
“Iya, neng. Jangan takut. Bilang saja. Pasti Madam Linda juga gak bakalan marah.” Tambah karyawan lainnya.
“Tidak, miss. Jangan khawatir. Saya cuma agak kecapekan saja. Nanti setelah istirahat akan pulih kembali. ” Jawab Laila dengan tenang.
“OK lah kalau begitu. Kalian segera makan. Habis itu kalian kembali ke kamar kalian. Istirahat saja di kamar.” Kata Ria.
“Nah, ini neng. Nasi goreng spesial pakai telor dadar sudah Chef Ratna siapkan untuk kalian berdua. Nah, coba lihat! Coba kalian lihat di atas nasi goreng spesial buatan Chef Ratna, di atasnya ada telur dadarnya yang bentuknya hati, love. Dibuatnya pun dengan penuh dengan cinta.” Kata Chef Ratna sambil memberikan dua piring nasi goreng untuk mereka berdua.
“Silahkan dimakan, neng kembar.” Kata Chef Ratna ramah.
Dua nasi goreng spesial yang dibuatkan Chef Ratna, Chef yang terkenal dari Asrama Cinderella khusus untuk Lisa dan Laila.
Dengan lahapnya mereka makan nasi goreng spesial buatan Chef Ratna itu.
“Neng kembar mau minum apa?” Tanya Ria.
“Ehm… Ada wedang jahe tidak, miss?” Tanya Lisa.
“Ada, neng. Neng yang satu lagi mau minum apa?” Tanya Ria pada Laila.
“Ehm…. Kalau saya minum teh hangat saja, miss. ” Jawab Laila.
“Ok. Sebentar, kami siapkan dulu.” Kata karyawan lainnya.
Lalu karyawan itu menyiapkan minuman pesanan Lisa dan Laila.
“Ini, neng pesaanannya. Yang satu wedang jahe dan yang satu lagi teh hangat.” Kata karyawan yang sudah menyiapkan minuman pesanan Lisa dan Laila.
“Terima kasih, kakak.” Kata Lisa dan Laila bersamaan.
“Kembali kasih, neng kembar.” Jawab karyawan itu sambil tersenyum.
Akhirnya nasi goreng buatan chef Ratna dengan cepat ludes dihabiskan oleh Lisa dan Laila.
“Mau tambah lagi tidak, neng kembar?” Tanya Chef Ratna pada mereka.
“Sudah cukup, chef. Saya sudah kenyang. Terima kasih.” Kata Laila.
“Kalau saya boleh tambah tidak, chef?” Kata Lisa sambil tersipu-sipu malu. “Habis saya lagi lapar sekali, chef. Nasi gorengnya enak banget, chef. Jadi saya ingin tambah lagi.” Kata Lisa tidak malu-malu.
“Ih… Senangnya kalau masakan saya dibilang enak!” Jawab Chef Ratna dengan senangnya.
“Tentu saja boleh tambah, neng kembar.” Kata Chef Ratna lagi. “Sini piringnya.” Kata Chef Ratna meminta piring Lisa, dengan maksud akan menambahkan nasi goreng lagi ke piringnya Lisa.
Lalu Lisa memberikan piringnya pada Chef Ratna.
Lalu Chef Ratna menambahkan nasi goreng itu lagi ke piringnya Lisa lalu memberikannya kembali pada Lisa.
“Terima kasih, Chef.” Kata Lisa sambil mengambil piring yang sudah berisikan nasi goreng.
Lalu dengan lahapnya dihabiskannya lagi sepiring nasi goreng itu.
Laila, Chef Ratna dan para karyawan yang ada di dapur itu hanya bisa melongo memperhatikan Lisa makan dengan lahap.
Dalam hati mereka tertawa geli sambil berkata, “Si neng satu lagi ini, sedang lapar apa lagi doyan…?”
“Ah... Kenyang.....! Sudah cukup, Chef Ratna. Kami sudah kenyang sekarang.” Kata Lisa sambil tersenyum puas. “Terima kasih banyak Chef Ratna, miss Ria, dan uga miss-miss lainnya.” Kata Lisa sambil tersenyum senang.
“Sami-sami, neng kembar. Kami juga senang kalau kalian main-main di dapur, bisa bercanda sama kami. Kalau kalian tidak keberatan, kalian sering-seringlah mengunjungi kami di sini. Kami akan sangat senang menerima kalian di sini, neng kembar. ” Kata Ria pada mereka berdua.
Lisa dan Ratna jadi terharu pada mereka, para karyawan-karyawan di asrama ini semuanya baik-baik dan ramah-ramah.
“Iya, miss. Jangan khawatir. Kami akan sering-sering ke sini.” Jawab Lisa hampir mau menangis.
“Neng, ini ada snack buat kalian makan di kamar nanti. Sekarang neng berdua kembali saja ke kamar, lalu istirahat.” Kata Ria sambil memberikan beberapa snack pada Lisa.
“Ok lah kalau begitu, kami pamit dulu, mau kembali ke kamar.” Kata Lisa sambil mengambil snack pemberian Ria.
“Terima kasih banyak, para miss yang baik hati, juga pada Chef Ratna yang sudah membuatkan kami menu spesial hari ini.” Kata Laila sambil tersenyum.
“Jangan lupa istirahat yang cukup, neng berdua.” Kata karyawan lain.
Lalu mereka beranjak dari dapur, menuju kamar mereka.
Bagaimana kisah Lisa dan Laila selanjutnya, nantikan di Bab berikutnya………..