Indonesia
NovelToon NovelToon
THE THIRD EYE (SEASON DUA)

THE THIRD EYE (SEASON DUA)

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Horor / Supernatural / Indigo
Popularitas:14.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mayhard20

THE THIRD EYE (SEASON DUA)
Cerita ini adalah kelanjutan dari THE THIRD EYE (sebuah rahasia di balik kematian).

Warning : Jangan baca di tengah malam!!

Genre: Horor, Romantis, Misteri, Supranatural, Action & Fantasi.

Sinopsis:
Bercerita mengenai anak-anak pemilik kekuatan Mata Ketiga (The Third Eye) yang bertarung dengan para Iblis, Jin, Siluman dan semua makhluk tak kasat mata yang menargetkan manusia sebagai makanan bagi mereka. Persaingan menjadi yang terkuat, persahabatan, rivalitas dan pengkhianatan mewarnai cerita ini. Apakah Hanes dan kawan-kawan bisa menciptakan kedamaian atas dunia yang telah dikuasai oleh para Iblis Penuntut Nyawa.

Penulis : Mayhard20
Sosmed : herdi_meidianto (instagram)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayhard20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 13 Kekacauan Pesta Perjamuan Darah

The Third Eye

Part 13

Kekacauan Pesta Perjamuan Darah

David terlihat tengah berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan yang terkenal di kota Jakarta. Dia berniat tampil dengan pakaian yang bagus dan tentunya mencerminkan sebagai orang yang berintelektual tinggi, karena yang menjadi dosa di dalam Sekte sesat Penyembah Lucifer itu adalah orang bodoh dan juga miskin. Karena hal itu, David perlu untuk mengubah penampilannya menjadi lebih rapi agar terlihat terpandang dan juga terkesan mewah. Dia tidak lupa mampir di salah satu toko perhiasan untuk membeli beberapa cincin dan juga kalung berlian.

David kemudian masuk ke dalam toko perhiasan tersebut. Ia langsung disambut oleh karyawan toko tersebut yang tampak sudah tidak asing lagi dengan dirinya, “Selamat datang, Tuan David. Silahkan ke sebelah sini.” Ucap karyawan toko perhiasan itu ramah.

“Silahkan duduk, Tuan. Mau minum apa?” tanya karyawan toko perhiasan tersebut dan kemudian datanglah seorang wanita dengan blazer berwarna hitam yang mendekat ke arah David.

“Selamat siang, Tuan David. Apakah sudah mau mengambil pesanan yang waktu itu?” tanya wanita ini yang merupakan Manager dari toko perhiasan tersebut.

“Siang, Dewi. Iya ... aku ingin mengambil pesananku itu.” Balas David sembari tersenyum.

“Baiklah. Silahkan ikut saya, Tuan.” Ajak Dewi yang kemudian membawa David  ke salah satu sudut toko.

“Ini pesanannya, Tuan.” Ucap Dewi yang mengeluarkan sebuah kotak perhiasan yang merupakan pesanan dari David.

“Mengesankan. Aku sangat suka.” Ucap David yang memperhatikan cincin berlian yang diukir berbentuk Pentagram serta terlihat sebuah kalung yang bernada sama.

“Anda tampaknya begitu menyukai bintang segi lima, Tuan.” Tanya Dewi penasaran.

“Haha ... iya. Aku menyukai bentuknya.” Ucap David sembari mencoba mengakhiri pembicaraan. Dia tidak ingin berbicara banyak apalagi, jika menyangkut dengan Sekte sesat Penyembah Lucifer.

“Apakah anda salah satu dari orang-orang itu?” tanya Dewi penasaran.

“Orang-orang apa?” tanya David penasaran.

“Eh ... aku hanya asal bicara. Maafkan saya, Tuan.” Ucap Dewi sembari menunduk.

“Baiklah. Aku pergi dulu. Terima kasih atas barangnya.” Ucap David sembari melambaikan tangan dan pergi meninggalkan toko perhiasan tersebut.

***

Pesta Perjamuan Darah tinggal tersisa beberapa jam lagi. Riko terlihat tengah mempersiapkan dirinya dengan sebaik mungkin. Dia memakai jas berwarna biru dengan kemeja putih disertai dengan sebuah dasi berwarna hitam yang tersemat di tubuhnya. Ia juga tidak lupa mengenakan jam tangan mahalnya disertai dengan sebuah sepatu kulit berwarna hitam.

“Aku sudah siap. Ayo kita berangkat.” Ajak Riko yang segera mengeluarkan mobil dari garasi rumahnya.

“Baiklah ... kita akan pergi sesuai dengan rencana.” Ucap Macan Kumbang Si Ulung yang duduk di kursi belakang.

Mobil itu pun segera meluncur ke tempat Perjamuan Darah. David terlihat tengah menunggu Riko di salah satu sudut parkiran. Mereka memang sudah berjanji untuk pergi bersama ke dalam.

“Kau cepat juga.” Ucap David yang terlihat sangat rapi malam itu.

“Lumayan. Jalanan memang sedikit macet.” Jawab Riko.

“Aku hanya ingin mengingatkan kembali satu hal.”

“Apa itu?” tanya Riko penasaran.

“Jangan mengacau. Terlalu beresiko untuk sekarang ini.” Ucap David mencoba memperingatkan Riko.

“Kita lihat nanti.” Balas Riko pelan.

“Yang penting aku sudah memperingatkan kamu. Ayo masuk.” Ucap David dan kemudian kedua orang itu pun masuk ke dalam sebuah hotel yang telah disewa oleh perkumpulan para Penyembah Lucifer tersebut.

Tempat itu terlihat begitu ramai. Mereka semua yang ada di tempat ini adalah para member dan juga simpatisan. Para member maksudnya adalah orang-orang yang telah memiliki kontrak darah dengan para Malaikat Hitam atau pun para Iblis, sedangkan simpatisan adalah para pencari member yang nantinya jiwanya akan dijual kepada para Iblis. Mereka boleh dibilang adalah orang-orang yang berada di kasta terbawah dalam Sekte sesat Penyembah Lucifer ini. Mereka tidak pernah menyadari mengenai kesalahan apa yang membuat mereka bergabung sebagai member di tempat ini.

“Ramai juga. Apakah mereka semua adalah anggota?” tanya Riko kepada David.

“Tidak sepenuhnya. Namun separuh dari tempat ini adalah member.” Balas David.

“Mengerikan.” Jawab Riko datar.

Acara Perjamuan Darah itu kemudian dibuka oleh seorang pembawa acara. Awalnya acara itu berjalan layaknya sebuah acara pertemuan biasa yang dimulai dengan beberapa kata sambutan dari Pemimpin Dunia Bawah. Sandez membuka pertemuan tersebut dengan mengucapkan beberapa kata sambutan.

“Orang itu tampaknya mulai membahas mengenai hilangnya beberapa anggota mereka. Kau pasti terlibat dengan hal itu bukan?” tanya David sembari berbisik kepada Riko.

“Yaa ... siapa yang tahu.” Jawab Riko datar.

Kemudian Sandez menyudahi pidatonya dan disusul dengan acara inti, terlihat seorang Pembawa Acara mulai bersiap di tengah aula. Beberapa orang dengan celana berwarna hitam disertai dengan tubuh kekar yang bertelanjang dada dengan penutup kepala berwarna hitam masuk ke tengah-tengah tempat itu. Mereka membawa 2 (dua) orang Manusia yaitu sepasang Pria dan juga Wanita. Kedua orang itu kemudian di dudukkan di sebuah altar dengan tangan dan kaki yang terikat.

“Mereka sungguh vulgar.” Ucap Riko pelan.

Sandez terlihat masuk menuju ke tengah acara. Dia membawa beberapa orang dengan jubah berwarna hitam yang kemudian menghidupkan lilin-lilin berwarna hitam yang mengelilingi altar tersebut. Salah satu dari orang yang layaknya Pendeta itu membawa sebuah nampan besar yang berisikan seekor kepala kambing berwarna hitam dengan tanduk yang sangat besar. Pendeta-Pendeta yang lain terlihat sibuk menggambar sebuah Sigil atau Segel pemanggilan. Pendeta itu menggambar Pentagram di lantai menggunakan sesuatu cairan berwarna merah. Namun, Riko yakin benar kalau cairan itu adalah darah Manusia.

“Benar-benar sesat.” Ucap Riko pelan.

Lalu selanjutnya yang terjadi adalah para Pendeta itu mulai membaca mantra, seketika tempat itu memiliki aura yang gelap disertai dengan perlahan dari bawah tanah terlihat beberapa Iblis mulai muncul. Mereka terpaku hanya kepada Pria dan Wanita yang akan menjadi persembahan.

“Mulai bergerak. Para Iblis itu.”

Pembawa Acara segera mengambil alih. Dia terlihat mulai menjelaskan mengenai Pria dan Wanita yang menjadi persembahan di meja altar, “Sebelumnya para hadirin yang terhormat. Mereka berdua adalah partisipan yang berniat untuk melakukan persembahan. Wanita ini bernama Dina. Dia adalah seorang wanita karir yang kemudian terjebak dalam jeratan hutang. Dina setidaknya memiliki hutang mencapai 5 (lima) milyar untuk sekarang ini, sedangkan pria ini bernama Jaka. Dia adalah seorang tuna wisma yang memutuskan untuk menyerahkan hidupnya kepada Lucifer. Mereka akan memberikan persembahan malam ini guna menunjukkan sumpah setia mereka kepada Lucifer dan tentunya mereka akan mendapatkan balasan yang setimpal. Kami telah menyiapkan dana ganti rugi yang fantastis bagi para ahli waris yang ditinggalkan.” Ucap Pembawa Acara tersebut.

“Hmm ... jadi motifnya adalah uang. Memang tidak ada yang tidak bisa dibeli dengan uang, tak terkecuali nyawa sekali pun.” Ucap Riko pelan.

Kemudian terlihat dua Algojo yang membawa pedang mendekat ke arah Altar dan tanpa aba-aba. Mereka berdua mengayunkan pedang itu ke tubuh dari Dina dan Jaka. Kontan kedua orang itu mati dengan seketika, terlihat darah segar menetes membasahi altar sementara di bawah altar terlihat sebuah baskom berwarna emas yang digunakan untuk menampung darah dari Dina dan juga Jaka.

“Benar-benar keji.” Ucap Riko yang terlihat sangat kesal.

“Apa kau bilang tadi?” tanya seseorang yang kemudian sudah ada di belakang Riko.

Bersambung

 

 

1
Azizah Gift
ayo semangat bang aku susah nunggu kelanjutannya kok lama sekali gak uplod lagi cerita lanjutannya
Angga Fajriansyah
sangat baik
Akrom Sofyan
jangan menyerah bang
Akrom Sofyan
semangat
Marco Simoncelli
up thor
Zhu Ronk
semangat bro author...
Zhu Ronk
lanjuuut teruuuss
Zhu Ronk
number one again...
Zhu Ronk
numero uno again...
Zhu Ronk: thanks bro... keep on spirit ya
total 2 replies
Zhu Ronk
lanjuut thor
Zhu Ronk
bantai semua pengikut iblis
Zhu Ronk
lanjuut thor
Zhu Ronk
I'm the first...
Zhu Ronk
selalu semangat ya thor
Mayhard20: amin makasih banyak supportnya bro
total 1 replies
Zhu Ronk
lanjut thor
Zhu Ronk
4
Hendra Dwi M
novelnya bagus thor, mampir juga dong ke novel pertamaku, butuh saran dari kalian biar novelku sebagus novel kalian 😁
Zhu Ronk
ditunggu update terbaru thor
Zhu Ronk
lanjuut thor....
Zhu Ronk
lanjuut thor....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!