Indonesia
NovelToon NovelToon
Malaikat Yang Cacat

Malaikat Yang Cacat

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Petualangan / Cintapertama / Patahhati / Tamat
Popularitas:192k
Nilai: 5
Nama Author: The Beatrix

Berisikan sebuah kisah tentang kehidupan seorang anak laki-laki pembuat onar yang memiliki paras seperti seorang gadis cantik bernama Rai.

Rai memiliki kelainan cacat hormon, dimana dia memiliki hormon wanita dalam jumlah banyak, yang menjadikannya tumbuh seperti ini.

Meskipun Rai dianggap paling cantik, tetapi dia adalah laki-laki normal yang memiliki watak seperti seorang berandalan. Kepribadian Rai yang gila dan bar-bar terbentuk oleh buli yang dia terima sejak kecil.

Disaat teman satu gengnya sudah sukses, Rai justru harus terjerat kasus hukum yang membawanya ke titik paling rendah dalam hidupnya, dimana dia harus mendekam di penjara karena telah menganiaya seseorang yang membulinya dengan sangat keterlaluan.

Rai ingin mengakhiri semuanya dengan operasi plastik, tetapi sebelum dia melakukannya, dia menyadari bahwa parasnya yang jelita ternyata sanggup mengubah kehidupan sahabatnya yang gay menjadi pria yang normal, dan memperbaiki hubungan keluarga Rai yang sebelumnya terpecah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon The Beatrix, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bebas Tugas

Menjelang hari terakhir "pekerjaanku", aku menilai ada yang salah dengan Erik. Aku tahu ibunya curiga dengan hubungan kami, tapi ibunya tidak pernah mengatakannya.

Pada waktu aku datang ke rumahnya, terkadang Erik hanya asik di kamarnya sendiri. Terkadang pula Erik tidak ada di rumahnya. Aku merasa sedang berjuang sendirian di misi ini, dan seolah-olah Erik hanya menerima bersih.

Dia merasa sudah membayarku, dan aku harus melakukan tugasku seorang diri. Dia pikir, dia hanya perlu duduk santai dan menunggu hasilnya. Tapi dia lupa, bahwa ini adalah akting sebuah hubungan, yang memerlukan sebuah komunikasi timbal balik.

Apalagi ini adalah hari terakhir, aku ingin memberikan kesan yang senatural mungkin.

Aku adalah anggota komunitas teater, sedangkan Erik bukan. Jadi tak heran jika dia tidak mengerti arti sebuah totalitas.

Aku menemui Erik di kampus pada siang hari untuk membicarakan ini.

"Rik, keknya nyokap lo curiga kita nggak pacaran" kataku.

"Itu kan tanggung jawab lo Cyn, bukan gue" kata Erik.

"Wooii... kalo soal pacaran, lo liat dong, kita begitu masuk rumah, lo langsung ke kamar, gue harus ngadepin keluarga lo sendirian. Gue disini udah totalitas... liat noh keluarga lo sekarang sayang ma gue. Tapi lo selalu nunjukkin sikap cuek... Kalo gini caranya, yang bikin berantakan ya lo sendiri" kataku.

"Ye udee Cyn, sekarang eike musti gemanaw? bilang 'Sayang udah makan belom?' getow?" kata Erik

"Najis, nggak gitu juga kali" kataku.

"Trus gemana donk?" tanya Erik

"Ya ngobrol biasa aja, di ruang tengah... Ngobrolin soal kampus kek, apa kek... yang penting mereka liat kita ada komunikasi. Jangan cuek kaya gitu, lo nya" kataku

"Ya udah besok kita cobain. besok kan terakhir tuh Cyn" kata Erik

"Iya Rik, besok terakhir harus maksimal ya? oke?" kataku

Keesokan harinya aku datang ke rumah Erik untuk hari terakhir misiku.

Setelah melewati ini, aku akan bebas, dan aku tidak akan menerima pekerjaan semacam ini lagi, karena ini adalah pekerjaan yang sulit.

Terkadang aku agak kesulitan dan butuh waktu untuk keluar dari peranku. Begitu juga pada waktu aku memasuki peran ini, aku juga membutuhkan waktu.

Ini sama sekali tidak mudah untuk dilakukan. Saat aku kembali ke rumahku setelah berkunjung dari rumah Erik, aku belum merasa kembali menjadi diriku yang sebenarnya.

Peran Rai sebagai menantu idaman masih melekat dalam diriku dan terkadang mempengaruhi perilakuku. Butuh beberapa jam bagiku untuk mengembalikan jati diriku seperti semula.

Jika peran ini diteruskan, maka aku bisa gila, karena aku harus terus menerus mendorong diriku hingga batas terakhir penjiwaan peran. Begitulah jika aktor profesional sepertiku menjalankan tugasnya, bukan sombong.

Sesuai kesepakatan, kami akan mengobrol di ruang tengah, agar Ibu Erik melihat kami ada komunikasi.

"Rik, lo pernah makan di warungnya Bu Emi gak sih?" tanyaku

"Emang, lo suka kesana Cyn?" tanya Erik balik.

"Abisnya enak banget" kataku

"Lidah lo kok lokal banget sih Cyn, gue aja masih suka masakan barat gara-gara bokap gue Jerman" kata Erik

"Gue juga suka kok masakan Jepang, cuman mahal... gue lokal aja deh... lo gak suka makanan Jepang Rik?" kataku

"Ogah, mentah semua hihihi" kata Erik

"Bukannya steak medium juga dalemnya mentah?" kataku

"Iya siiihhh" kata Erik.

Bagus sekali, ini pembicaraan yang sangat bagus. Ibu Erik memperhatikan kami. Memang seharusnya sebuah hubungan itu seperti ini. Tapi tiba-tiba Erik merusaknya.

"Cyn, make up lo merk apa sih? kok warnanya nggak bagus?" tanya Erik

Sialan, dasar bencong. Kenapa jadi membicarakan make up?

"Aduh, merk apa yah? ini punya kakak gue sih" kataku

"Merk murah ya? Lo mau gue kasih merk La Prairie nggak? Gue punya tuh di kamar. Bagus loh Cyn, ada kaviarnya juga, ntar lo jadi cantik, trus kulit lo juga sehat" kata Erik

"Apa itu kaviar?" tanyaku

"Telor ikan" jawab Erik

Astaga, dasar bencong. Pembicaraan ini menjadi sangat aneh. Kenapa malah cowoknya yang lebih paham soal make up daripada ceweknya. Aku tidak tahu apa-apa soal ini.

“Itu siapa yang bikin alis? Elo yang bikin?” tanya Erik.

“mmm… iya ini bikinan gue” kataku.

Padahal gambar alis ini buatan kak Ayaka. Aku mana pernah bersentuhan dengan dunia make up seumur hidupku.

“Mending lo hapus deh Rai, jelek banget alis lo sumpah… coba kak Sarah, aku minta tolong dong, alisnya Rai dibenerin” kata Erik.

Aku kebingungan. Apa yang salah dengan alisku? Aku tidak mengerti yang mereka bicarakan.

“Sini kakak benerin Rai” kata kak Sarah.

“Maaf ya kak, jadi ngerepotin” kataku.

Pada saat kak Sarah sedang menggambar alisku, tiba-tiba Erik berkata

“Kak, lo bikin alisnya gimana sih, kok nggak rapih amat? Mana ketebelan lagi, si Rai itu bagusnya minimalis aja… Sini sini… biar aku aja” kata Erik

Astaga Erik, sikapmu membuatku tepok jidat. Akhirnya Erik menghapus semua makeupku dan mendandaniku dari awal hingga selesai.

“Kak Sarah, liat dong hasil karyaku” kata Erik

“Wow…Bagus kok Rik, beneran, cantik banget” kata kak Sarah

Guys, guys... Berhentilah membuat diriku menjadi eksperimen kalian. Aku yang tanpa make up saja sudah menderita. Apalagi diberi make up. Aku melihat seolah-olah wajah iblis ini sedang tertawa puas. Aku menyesal telah mengambil pekerjaan ini.

Tapi tak kusangka aku berhasil melewati semuanya. Pekerjaan yang tadinya aku tolak karena tidak sesuai dengan prinsip hidupku, tapi aku bisa menyelesaikannya dengan sempurna.

Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore. Ini artinya aku harus mengakhiri semuanya.

"Rik, udah jam 3 nih" kataku sambil berbisik kepadanya

"Iya" kata Erik juga sambil berbisik

"Gue boleh balik nggak?" tanyaku

"Lo nggak kesini lagi ya?" tanya Erik

"Kapan-kapan gue mampir kesini kalo kita udah 'putus' wkwkwk" kataku

"hahahahaha lo ade-ade aje cyn... ye ude, lo gue anter kedepan" kata Erik

"hehe Makasih ya Rik... yok" kataku

"Mama... Rai mau pulang dulu" kata Erik.

"O iya... hati-hati ya nak" kata Ibu Erik sambil tersenyum lebar.

Kasihan juga sebenarnya melihat Ibu Erik. Dia berharap banyak padaku, dan masih berpikir minggu depan aku akan kembali.

Ibu Erik tidak tahu jika ini adalah terakhir kalinya aku menginjakkan kaki di rumah ini. Rupanya aktingku yang terlalu bagus juga akan memberikan dampak kekecewaan yang lebih besar bagi Ibunya.

Tetapi misi tetaplah sebuah misi. Tujuanku adalah untuk meyakinkan ibu Erik bahwa anaknya adalah laki-laki yang normal, sehingga Erik tidak dikeluarkan dari KK.

Misiku hanya sebatas itu, tidak boleh kurang atau melebihi dari apa yang sudah kami sepakati.

"Rik, temenin gue bentar yok" kataku

"Kemana Say?" kata Erik

"Nongkrong di Mcd, gue lagi pengen Mcd... Lo sibuk?" kataku

"Engga, yuk ah" kata Erik.

Ini adalah nongkrongku yang paling memalukan. Bagaimana tidak? Aku masih menggunakan baju kak Ayaka lengkap dengan riasan make up Erik. Kami menggunakan taxi untuk kesana, karena aku tidak membawa motor.

Nongkrong kali ini terlihat sangat canggung, baik dari busana maupun pembicaraan. Karena tidak ada lagi hal penting yang akan aku bahas dengan Erik untuk kedepannya. Semuanya sudah selesai.

"Rik, gue gak enak sama keluarga lo" kataku

"Nggak enak kenapa Say? Gue malah yang gak enak ama lo" kata Erik

"Selama gue kenal keluarga lo, keknya lo salah menilai mereka" kataku

"Ya elo kan nggak tau, mereka kaya gimana ke gue" kata Erik

"Bukan Rik, Lo kan tadinya bilang kalo lo gak dapet perhatian dari mereka. Lo salah Rik... Keluarga gue jauh lebih nggak asik daripada keluarga lo. Mereka cuma kuatir ada apa-apa sama lo... Lo tau kan, kalo orang panik itu nggak bisa mikir? Akhirnya mereka keluar kata-kata yang bikin lo tersinggung" kataku

"Ya gimana nggak tersinggung Cyn? Masa cuma gara-gara gue ngondek doang pake diancem dikeluarin dari KK segala" kata Erik

"Rik, Beban lo sama gue tuh sama... Elo ngondek tapi fisik lo cowok... Gue cowok tulen tapi fisik gue cewek. Jadi problem kita tuh sama. Tapi gue bertahan nggak jadi banci tuh... Gue kalo mo jadi banci tuh gampang banget... Gue nggak usah dandan juga udah banci... Gue bangun tidur juga udah banci" kataku

"Trus kenapa elo nggak jadi banci aja sekalian?" tanya Erik

"Gue nggak mau hidup gue rusak... Cukup fisik gue aja yang rusak, tapi hidup gue jangan" kataku.

"Emangnya lo masih suka ma cewek?" tanya Erik

"Masih" kataku

"Nggak mungkin Say... Elo aja enjoy banget pake baju cewek" kata Erik

"Gue nganggep, kalo gue itu lagi melakukan sebuah pertunjukkan drama Rik... dan rumah lo jadi panggung gue. Gue dibayar buat memerankan orang laen. Gue dapet peran 'menantu idaman', dan gue dibayar 12juta sama BOS gue, yaitu elo. Bukan lahir dari pribadi gue" kataku

"ah masa sih Cyn" kata Erik tidak percaya

"Emang lo mau liat anak-anak tongkrongan gue yang asli? bisa pingsan lo Rik, gue berandalan" kataku.

"Iyee, gue juga tau Non, lo kan orangnya kasar... Tapi kenapa lo bisa lembut banget sih, di depan keluarga gue?" kata Erik

"Lo bukan anak teater sih Rik, coba sekali-kali lo liat gue tampil... Lo gak akan kenal ma gue" kataku

"Lo mendingan jadi artis aja Cyn" kata Erik

"Dapet peran cewek lagi? Ogah gua... asal lo tau, ini terakhir kalinya gue meranin cewek, gue gak mau lagi" kata Erik

"Yakiiiiinnn?" tanya Erik meragukanku

"Yakin" kataku

"Ya udah deh Cyn, jalanin aja yang lo mau, gue sih cuma bisa support" kata Erik

"Tapi keluarga lo keren sih, lo musti bersyukur punya mereka. Jangan sampe lo telat bersyukur setelah kehilangan mereka duluan" kataku

"Eh najis, ngomong lo sembarangan" kata Erik

"Makannya lo harus sayangin nyokap lo. Dia bukan orang jahat" kataku

"Gue aja pengen punya salon, kaga didukung" kata Erik

"Didukung kok" kataku

"Tau dari mane lo Cyn?" tanya Erik

"Ngomong sendiri ke gua" kataku

"Kapan?" tanya Erik

"Hari pertama gue ketemu nyokap lo" kataku

"Masa sih? Perasaan nggak pernah deh nyokap gue dukung gue" kata Erik.

"Soalnya gue yang minta... Lo cuma nggak ngerti cara mintanya" kataku

"Serius Cyn?" tanya Erik

"Serius yaelah, masa gue boong sih, lo tanya aja ma nyokap lo" kataku

"Aduh Say, lo baek banget sih jadi orang. Gue nggak tau kalo nyokap gue itu sebenernya sayang sama gue." kata Erik

"Nggak cuma nyokap lo kok, semuanya juga sayang sama lo. Mereka itu cuma panik, gak mau terjadi sesuatu sama lo" kataku.

"Okeh deh, gue ngerti. Thx ya Cyn... Lo udah bantuin gue" kata Erik

"Itulah gunanya teman" kataku sambil tersenyum

Kami jadi makin akrab satu sama lain. Bahkan lebih akrab dibanding pada saat aku melakukan pekerjaanku. Semoga kita tetap menjadi teman. See you...

1
Reinharr Gaming
wuihh
Ainur Cutee
si Jacky ke mmna Thor????
The Beatrix: nanti baru muncul lagi. Jakcy ada terus kok sampe tamat
total 1 replies
Ainur Cutee
si Abang Jacky modus😁😁
Ainur Cutee
panjang sih alur nya q suka tapi,,,kok kebanyak kan cerita sendiri ya di banding intraksi sama yg lain,jdi bingung,,,bisa g' sih Thor rambut nya si Rai di potong pendek samain sama ank laki2 pada umum nya,,,
Ainur Cutee: 🤗🤗🤗🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 2 replies
Ainur Cutee
Thor q udh mampir ya di karya mu🤗🤗,masa sih Thor cwo' tinggi ny di bawah 160😭😭😭😭
The Beatrix: ada kok visual semua karakter di bab akhir sist, apa harusnya ditaro di awal? ato ditaronya setiap ada karakter baru muncul?
total 3 replies
Tiara septiani Tiara septiani
mampir tor..
The Beatrix: nggak ada karyanya ya sist? tadinya mo dilike balik wkwkkw
total 1 replies
Kirma Nisa
baru sadar kenapa di cover novel ini rai pake penutup mata. kirain rai itu cacat mata. ternyata itu penutup mata bajak laut, yg menandakan klo rai itu orgnya barbar. salut sm konsep covernya thor
The Beatrix: iya sist, tdnya author bingung, abisnya klo cuma wajah cewek aja, nanti dikira Rai feminim, padahal enggak. Makannya author kasih penutup mata bajak laut
total 1 replies
Jose Moran
wkwkwkkwkwkwkw ngakak baca kalimat terakhir. dari mantan terindah. dasar rai
The Beatrix: selanjutnya akan lebih seru lagi kk, terimakasih telah membaca
total 1 replies
Jose Moran
wkwkwkkwkw buset ngakak baca kalimat terakhirnya. dari mantan terindah wkwkwkwk dasar rai
Renika Sufa
padahal kalo rai diliatin pahanya, tinggal buka aja roknya sekalian, biar omnya muntah2 sekalian, trus kabur deh dia wkwkkw
The Beatrix: abis itu om2nya lapor ke owner restoran, trus rai dipecat
total 1 replies
Renika Sufa
rai psikopatnya keluar lagi hahahaha kyknya klo rai lagi berantem tuh dia bener2 masuk ke mode pembunuh tanpa ampun
The Beatrix: iya, rai klo udh berantem kaya org kesurupan
total 1 replies
Renika Sufa
kirain rai mo ngomong apa soal kelulusan, eh ternyata biasa banget ngomongnya.
Qira Minasa
ini chapter kayaknya cuma buat manjang2in cerita doang deh thor. bener gak? wkwkwkwk sori kalo salah
The Beatrix: jadi author pengen bikin rai sukses di Jepang, tapi masa sih tau2 author bilang "setelah beberapa tahun rai meniti karir di dunia musik, band rai menjadi terkenal" kan konyol hehhehe jd harus ada step2nya juga
total 1 replies
Renika Sufa
yang bisa ngubah erik cuma rai yg punya contoh konkrit tentang kehidupannya. dimana rai bisa bertahan tapi erik gak bisa
The Beatrix: kalo erik nggak ketemu rai, kehidupannya nggak akan berubah
total 1 replies
Qira Minasa
ini namanya cinta segitiga. harusnya jeki juga ikutan disini. jdnya cinta bujur sangkar. tapi karena rai cowok aneh, jadi namanya cinta jajar genjang
The Beatrix: bukan cinta kerucut?
total 1 replies
Qira Minasa
ternyata dibalik keganasan nozomi, dia adalah orang yang cemen banget hahaha
The Beatrix: sama kaya Jacky, dia sok barbar tapi hatinya rapuh
total 1 replies
Qia Somah
sedih banget sih rasanya kaya diusir dari indonesia. diusir dari negara tuh istilahnya apa lupa
The Beatrix: deportasi. komennya salah bab ya? harusnya bab 23
total 1 replies
Mr Im
akhirnya jelas latar belakangnya ya
Mr Im: go go go
total 2 replies
Mr Im
nama-namanya keren
ente tau aja thor kalau ane wibu, jadi rada-rada Jepung ane demen
Mr Im: oke thor, hahaha
total 2 replies
Mr Im
eh dah lulus aja, Rai
pesannya hanya sayang gitu doang? yakin nggak ada yang masih bikin kesel? wkwkwk
Mr Im: kalau ane dulu hanya "terima kasih atas semua jenis kenangan di sekolah" wkwkwk
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!